Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Politik Malaysia Kembali Bergolak, Yang di-Pertuan Agong Kumpulkan Para Raja

Sabtu, 24 Oktober 2020 – 23:58 WIB
Politik Malaysia Kembali Bergolak, Yang di-Pertuan Agong Kumpulkan Para Raja - JPNN.COM

jpnn.com, MALAYSIA - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah akan mengadakan pertemuan dengan raja-raja Melayu di Istana Negara dalam waktu dekat guna menindaklanjuti usulan rapat kabinet yang disampaikan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

"Yang di-Pertuan Agong telah berkenan menerima menghadap Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin di Istana Abdul Aziz, Kuantan pada jam 5.00 petang tadi malam," juru bicara Istana Negara, Indera Ahmad Fadil Shamsuddin, dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Minggu (24/10).

Sesi menghadap tersebut merupakan permohonan PM Muhyiddin, menyusul pelaksanaan musyawarah khusus kabinet yang dipimpinnya di Putrajaya Jumat pagi.

"Dalam sesi yang berlangsung selama lebih kurang satu setengah jam ini, Al-Sultan Abdullah telah berkenan menerima usulan-usulan yang telah dicapai oleh rapat kabinet untuk pertimbangan dan pelaksanaannya oleh raja," katanya.

Juru bicara Istana Negara tidak menyebutkan usulan-usulan yang telah disampaikan perdana menteri pada pertemuan tersebut.

"Al-Sultan Abdullah amat memahami keperluan kelangsungan pelayanan negara untuk memerangi ancaman wabah COVID-19. Baginda turut amat prihatin terhadap kegelisahan dan kegusaran rakyat terhadap perkembangan terkini," katanya.

"Sultan Abdullah menasihati seluruh rakyat supaya tenang, tidak panik dan bersabar dalam menghadapi situasi terkini sambil menunggu keputusan mengenai usulan-usulan tersebut," katanya.

Sementara itu, rencana penerapan keadaan darurat yang diberitakan sejumlah media mendapat penolakan sejumlah tokoh oposisi di Malaysia.

"COVID-19 telah digunakan untuk membenarkan parlemen ditunda, dipersingkat, dan tidak ada perdebatan. Sekarang untuk membenarkan pernyataan Keadaan Darurat. Namun kekuasaan dan otoritas di pemerintahan saat ini sudah memadai untuk menangani pandemi," ujar mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. (ant/dil/jpnn)

loading...