Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Purbaya DJuamputh

Oleh: Dahlan Iskan

Rabu, 16 September 2026 – 06:03 WIB
Purbaya DJuamputh - JPNN.COM
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Budaya kita ternyata sudah setara dengan Amerika: memberhentikan seseorang cukup lewat telepon. Sangat efisien: Anda diberhentikan. Titik. Tidak perlu ada alasan yang bisa didengar oleh yang diberhentikan. Itu sepenuhnya otoritas yang memberhentikan.

Pakai cara apa pun, toh, hasilnya sama: diberhentikan. Lebih baik cepat diberitahu daripada kepikiran berlama-lama.

Purbaya DJuamputhPurbaya Yudhi Sadewa saat acara serah terima jabatan menkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9). Foto: Ricardo/JPNN

Baca Juga:

Misalkan Senin siang kemarin itu. Bisa saja dengan cara yang lebih ”manusiawi”. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa diberi kesempatan dulu untuk menyelesaikan paparan di pleno DPD.

Secarik memo berisi pesan telepon dari mensesneg itu cukup diberikan ke pimpinan sidang. Setelah membaca isinya pimpinan sidang minta agar Purbaya mempersingkat paparan.

Setelah paparan selesai barulah pimpinan sidang menyerahkan memo itu ke Purbaya. Isinya bukan pemberitahuan bahwa Purbaya diberhentikan tapi agar menkeu segera ke istana.

Baca Juga:

Paparan pun dipersingkat. Sidang ditutup. Purbaya bergegas ke istana: 30 menit bisa sampai di istana. Di situ Purbaya menemui mensesneg. Tidak akan makan waktu lama. Bisa hanya lima menit. Bisa langsung to the point: Presiden memutuskan mengangkat menteri keuangan yang baru menggantikan Anda. Cukup begitu. Lalu SK pemberhentian diserahkan.

Rasanya, biarpun pakai cara itu tidak akan menghambat penggantian. Paling hanya tertunda satu jam. Kesannya akan jauh lebih baik dari yang terjadi Senin lalu.

Purbaya mungkin juga punya perasaan yang sama. Purbaya, kan, lama tinggal di Amerika. Sudah biasa melihat kejadian seperti itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News