Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Sigit Dicopot dari Pos Kapolri, Guntur PDIP: Regenerasi Jadi Bagian Demokrasi Sehat

Kamis, 01 Oktober 2026 – 19:02 WIB
Sigit Dicopot dari Pos Kapolri, Guntur PDIP: Regenerasi Jadi Bagian Demokrasi Sehat - JPNN.COM
Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan, di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/10). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menyebut penyegaran dan pergantian di pucuk pimpinan Polri sebagai keniscayaan demi menyehatkan institusi. 

Hal demikian dikatakan dia menyikapi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang mencopot Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan digantikan Komjen Suyudi Ario Seto. 

"Regenerasi kepemimpinan itu bagian dari tradisi demokrasi yang sehat dan bagian penting dari agenda reformasi Polri yang terus ditunggu masyarakat," kata Guntur melalui layanan pesan, Kamis (1/10).

Diketahui, DPR RI pada Kamis (1/10) ini menerima surat bernomor R57/Pres/2026 tertanggal 30 September 2026 dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Surat berisi pemberhentian Jenderal Sigit sebagai Kapolri dan mengangkat Suyudi sebagai pengganti.

DPR melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus) memerintahkan Komisi III untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi.

Komisi III pun telah menyetujui pencopotan Jenderal Sigit dan pengusulan penunjukan Komjen Suyudi sebagai Kapolri.

Setelah itu, DPR menggelar Rapat Paripurna pada Kamis pagi untuk mengesahkan pencopotan Jenderal Sigit dan persetujuan usul penunjukan Komjen Suyudi sebagai Kapolri.

PDIP meyakini keputusan Presiden Prabowo mengganti Kapolri dari Jenderal Sigit ke Komjen Suyudi berdasarkan kepentingan bangsa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News