Soroti Tiga Wamenkeu Baru, Ekonom: Jangan Sampai Naikkan Biaya Koordinasi
jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menyoroti formasi tiga wakil menteri keuangan (Wamenkeu) di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurutnya, formasi ini harus dapat tecermin pada penguatan kualitas keputusan fiskal agar tidak sekadar menjadi tambahan struktur birokrasi.
“Formasi tiga wamenkeu baru bernilai apabila memperkuat kemampuan Kementerian Keuangan mengambil keputusan dan mengawasi pelaksanaannya,” kata Rizal saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Ia menggarisbawahi pembagian tugas wamenkeu harus disertai kewenangan yang nyata dan pertanggungjawaban yang jelas.
Jika keputusan operasional tetap menumpuk di meja menteri keuangan, sementara direktorat jenderal menghadapi tambahan jalur persetujuan, Rizal berpendapat biaya koordinasi justru meningkat.
Menurut dia, risiko terbesar adalah fragmentasi kebijakan. Pasalnya, pengelolaan penerimaan, belanja, dan pembiayaan saling menentukan.
“Pemungutan pajak yang menekan aktivitas usaha dapat melemahkan basis penerimaan berikutnya, percepatan belanja tanpa kesiapan program dapat menghasilkan pemborosan, dan tambahan utang tanpa hasil ekonomi yang memadai mempersempit ruang fiskal melalui beban bunga,” katanya menjelaskan.
Maka dari itu, ketiga wamenkeu dinilai harus mampu menguji konsekuensi tersebut secara bersama. “Masing-masing tidak boleh dinilai berhasil hanya karena target bidangnya tercapai, sementara keseimbangan APBN memburuk,” ujar dia.
JPNN.com