Sudirman Said Bakal jadi Sasaran Dendam DPR
jpnn.com - JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said semakin didesak agar diganti. Jika Presiden Joko Widodo tak menggantinya bisa berbahaya.
Hal itu diungkap Direktur Center Budget for Analysis Uchok Sky Khadafi. Menurutnya, Sudirman sudah membuat kegaduhan setelah melaporkan Setya Novanto, Ketua DPR saat itu kepada Mahkamah Kehormatan Dewan terkait dugaan pencatutan nama Jokowi-JK di perpanjangan saham PT Freeport Indonesia.
"Sudirman bisa menjadi sasaran dendam anggota DPR setelah Setnov lengser dari kursi Ketua DPR. Kalau dia masih di kabinet akan tetap gaduh karena dendam orang DPR karena mereka berpikir Setnov sudah kalah dan yang namanya Sudirman harus tersingkir," ujar Uchok dalam diskusi "Gaduh Isu Reshuffle, Siapa Menteri yang Tergusur?", Minggu (10/1), di Jakarta.
Sementara pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Jakarta Hendri Satrio mengingatkan, Sudirman Said sudah dua kali membuat presiden dalam posisi tidak enak. Pertama terkait surat Sudirman 27 Oktober ke Freeport yang ditembuskan ke Presiden. Namun, dia belum memastikan apakah surat itu sudah dibaca Jokowi atau tidak hingga hari ini.
"Kalau dibaca, ini agak berbahaya. Tapi kan dia (presiden) pernah bilang dia pernah tidak pernah baca, dan kalau dia tidak tahu maka dia selamat," katanya di kesempatan itu.
Kemudian, kata dia, Sudirman mengusulkan kepada presiden agar membuat kebijakan adanya dana ketahanan energi. "Kalau presiden tanda tangan bisa diimpeachment loh presiden. Kebijakannya itu juga sama sekali tak sesuai Nawa Cita Jokowi. Jadi, dua kali menempatkan presiden dalam posisi berbahaya," tegasnya.
Lebih lanjut soal waktu melakukan reshuffle, Hendri belum punya gambaran. Sebab, kata dia, Jokowi susah ditebak kalau urusan waktu. "Kalau Januari bisa saja," katanya. Namun, Hendri menegaskan, bisa jadi Jokowi akan menunggu sampai konflik Golkar mereda. "Itu bisa saja," tegasnya. (boy/jpnn)