Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Sumpah Presiden dan Pakar Balsem

Oleh: Ahdiyat Bagus Nugraha

Rabu, 23 September 2026 – 19:41 WIB
Sumpah Presiden dan Pakar Balsem - JPNN.COM
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9). Perayaan HUT ke-28 PAN itu mengusung tema Gerak Cepat Bantu Rakyat. Foto : Ricardo

jpnn.com - Dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Senayan, Jumat (18/9/2026), Presiden Prabowo Subianto mengucapkan kalimat yang dalam hitungan jam sudah memenuhi lini masa: Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok.

Yang diingat orang hanya kata terakhir. Padahal, kalimat itu punya sebelum dan sesudah.

Sebelum mengucapkannya, Presiden bersumpah tidak ingin lagi melihat anak Indonesia stunting dan kurang gizi.

Sesudahnya, ia menyebut ada pakar yang melontarkan fitnah, menyatakan bersedia memaafkan, lalu mengingatkan bahwa seorang cendekiawan mesti memegang kejujuran intelektual.

Kata itu memang keras, dan ucapan seorang presiden selalu lebih berat timbangannya daripada ucapan orang kebanyakan.

Namun, saya termasuk yang percaya bahwa di balik kata yang keras itu ada persoalan yang nyata. Perhatikan urutannya.

Presiden bersumpah lebih dulu, baru kemudian berkata “terserah” kepada para pakar. Sumpah yang tidak menunggu restu pakar membawa satu konsekuensi logis.

Kalau nasihat para ahli dikesampingkan, yang tersisa untuk menggerakkan kebijakan adalah kemauan pemimpinnya sendiri.

Sumpah Presiden soal stunting adalah sumpah yang baik. Supaya terwujud, ia membutuhkan teknokrat yang jujur menunjuk dapur mana yang belum layak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News