Sutrimo Winda
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Winda Lorenza Gowasa tewas ditembak di kamar mandi di rumah bekas mertuanya di Medan.
Sutrimo, penjaga rumah Febrie Adriansyah, juga meninggal dunia secara mencurigakan di Jakarta.
Tragedi Winda bisa saja kriminal murni. Bunuh diri.
Kematian Sutrimo bisa saja akibat sakit mendadak. Akan tetapi jagat medsos heboh: menghubungkannya dengan korupsi tingkat tinggi.
Sutrimo dikaitkan dengan ditemukannya uang Rp 460 miliar dan emas 74 kg di rumah (saat itu) pejabat tertinggi di pusat komando pemberantasan korupsi Kejaksaan Agung: Febrie Adriansyah.
Winda dihubungkan dengan kasus korupsi besar di Ditjen Bea Cukai di mana dia jadi salah satu saksi yang sudah diperiksa KPK.
Soal bea cukai, sudah enam orang dinyatakan sebagai tersangka. Tiga di antaranya pejabat tinggi Ditjen Bea Cukai: Rizal, direktur penindakan dan penyidikan; Sisprian Subiaksono, kepala subdirektorat intelijen; dan Orlando Hamonangan, kepala seksi intelijen.
Tiga orang lagi dari perusahaan impor/ekspor PT Blueray Cargo: John Field selaku pemilik, Andri yang bertanggung jawab atas dokumen importasi; dan Dedy Kurniawan, manajer operasional.
JPNN.com