Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Tante Sonya, Mengupas Stigma Perempuan Lajang serta Hubungan Asmara Beda Usia

Kamis, 01 Oktober 2026 – 14:14 WIB
Tante Sonya, Mengupas Stigma Perempuan Lajang serta Hubungan Asmara Beda Usia - JPNN.COM
Serial Tante Sonya. Foto: Dok. We TV

jpnn.com, JAKARTA - Platform streaming WeTV menghadirkan serial original terbaru berjudul Tante Sonya.

Serial tersebut menyoroti stigma sosial terhadap perempuan lajang di atas usia 35 tahun serta dinamika hubungan asmara beda usia. Cerita merefleksikan tekanan psikologis yang kerap dihadapi perempuan lajang.

Berdasarkan penelitian dalam Persona: Jurnal Psikologi Indonesia terhadap 196 perempuan lajang berusia 25–55 tahun, stereotip negatif dan ketakutan hidup sendiri terbukti dapat menurunkan kesejahteraan psikologis.

Serial Tante Sonya dibintangi oleh Raihaanun dan Maxime Bouttier.

Adapun Raihaanun memerankan Sonya, perempuan karier yang kehidupannya berubah setelah bertemu kembali dengan Ben (Maxime Bouttier), pria 14 tahun lebih muda.

Sutradara serial Tante Sonya Surya Ardy Octaviand menjelaskan konflik utama karakter tersebut berakar dari trauma masa lalu dan perbedaan usia.

Sonya diceritatakan memiliki perasaan kepada Ben, tetapi sulit untuk menerima karena terpaut usia jauh dan punya pengalaman pernah dikhianati.

"Jadi, konflik Sonya bukan soal cinta saja. Dia juga mempertanyakan apakah hubungan ini aman untuk dijalani dan apakah dirinya siap mengambil risiko sekali lagi,” kata Surya di Jakarta, baru-baru ini.

Tante Sonya yang menyoroti stigma sosial terhadap perempuan lajang di atas usia 35 tahun serta dinamika hubungan asmara beda usia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News