Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Taruna Kelapa

Oleh: Dahlan Iskan

Kamis, 24 September 2026 – 06:07 WIB
Taruna Kelapa - JPNN.COM
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Apa boleh buat: Bank Indonesia pun harus mendatangkan cabai dari Probolinggo, Jawa Timur. Dua ton. Dikirim ke Manado: lagi ada "krisis" cabai di sana.

Apa urusan cabai dengan Bank Indonesia? Karena harga cabai di Manado sudah mencoreng wajah inflasi di daerah itu. Bank Indonesia sangat sensitif terhadap inflasi. Menjaga inflasi adalah salah satu tugas pokoknya.

Taruna KelapaDahlan Iskan saat berdiskusi dengan para pengusaha Sulawesi Utara di acara Bank Indonesia perwakilan Sulut.-Bank Indonesia Sulut-

Baca Juga:

Secara nasional inflasi masih baik: di bawah 3 persen. Tapi inflasi nasional adalah kumpulan inflasi dari daerah-daerah: harga cabai di Manado sudah melewati Rp 150.000/kg –dari normalnya Rp 25.000/kg.

Apakah orang Manado mau diajak mengurangi makan pedas? Tidak mungkin. Di sana hanya ada dua jenis makanan: pedas sekali atau sangat pedas. Pun bubur Manado; paling enak dimakan dengan cabai.

Pastilah orang Manado yang paling gembira ketika menerima hasil penelitian bahwa cabai mengandung vitamin C sangat tinggi. Saran serius saya: biarpun kandungan vitamin C-nya tinggi tetaplah jangan bikin jus cabai.

Baca Juga:

Bank Indonesia sangat ketat dalam mengendalikan inflasi. Termasuk Bank Indonesia kantor perwakilan Sulawesi Utara. Di tiap daerah ada tim pengendalian inflasi. Pimpinannya kepala daerah. Bank Indonesia jadi unsur penting di dalamnya. El Nino sudah membuat Manado krisis cabai. Hasil panennya menurun drastis. Padahal makan cabai yang paling enak adalah kalau cabainya segar. Ada pedas dan harumnya.

Hanya waktu bikin bumbu Bali yang sebaiknya pakai cabai merah kering –kalau tidak salah. Maka teori agar di saat panen raya, cabai yang melimpah dikeringkan sulit diterima lidah Manado. Pun kalau dibuat tepung cabai. Akibatnya tetap saja di saat panen raya harga cabai jatuh. Sedang di saat musim El Nino bubuk cabai tetap tidak laku.

Apa boleh buat: Bank Indonesia pun harus mendatangkan cabai dari Probolinggo, Jawa Timur. Dua ton. Dikirim ke Manado: lagi ada 'krisis' cabai di sana.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News