Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Tata Kelola Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang Kolaboratif, Efektif dan Berkelanjutan

Oleh: Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H.

Rabu, 23 September 2026 – 09:38 WIB
Tata Kelola Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang Kolaboratif, Efektif dan Berkelanjutan - JPNN.COM
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang juga Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVII LAN RI 2026 Edward Candra. Foto: Dokumentasi Pemprov Sumsel

jpnn.com, PALEMBANG - Pangan adalah fondasi kehidupan sekaligus instrumen strategis pembangunan.

Pangan bersentuhan langsung dengan daya beli masyarakat, tingkat kemiskinan, derajat kesehatan, laju inflasi, produktivitas tenaga kerja, stabilitas sosial, dan ketahanan ekonomi daerah.

Karena itu, mempersempit kemandirian pangan sekadar sebagai urusan meningkatkan produksi pertanian adalah kekeliruan cara pandang.

Persoalannya jauh lebih fundamental: bagaimana membangun masyarakat yang memiliki kesadaran, kapasitas, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, sekaligus menjadikan pangan sebagai sumber produktivitas dan kesejahteraan.

Dalam kerangka pembangunan Sumatera Selatan, penguatan ketahanan dan kemandirian pangan menjadi bagian penting dari arah kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur melalui 12 program cepat HDCU (Herman Deru–Cik Ujang).

Di dalamnya, Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) diposisikan sebagai program prioritas yang secara khusus diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kemandirian ekonomi dari tingkat rumah tangga dan komunitas.

Dari Konsumen Menjadi Produsen: Sebuah Transformasi Sosial

Inti dari GSMP adalah pergeseran cara pandang masyarakat terhadap pangan.

Masyarakat yang semula memandang pangan semata sebagai sesuatu yang dibeli dan dikonsumsi didorong untuk melihatnya sebagai sesuatu yang dapat diproduksi, dikelola, dikembangkan, bahkan dijadikan sumber pendapatan.

GSMP perlu ditempatkan sebagai instrumen pembangunan yang menghubungkan 3 agenda sekaligus: ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan & penguatan ekonomi daerah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News