Tekstil Danantara
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - Mengejutkan: Danantara akan mendirikan industri tekstil Indonesia. Sulit dipahami: mengapa Danantara mau masuk ke industri yang persaingannya sangat ketat –yang memerlukan efisiensi tingkat dewa.
Jangan-jangan karena melihat ada tren bahwa industri tekstil sedang bangkit kembali. Dalam istilah Menko Ekonomi Airlangga Hartarto: industri tekstil sedang "reborn".
Pekerja merapikan bahan baku di pabrik tekstil Trisula, Cimahi, Jawa Barat.-Timur Matahari / AFP-
Rasanya terlalu dramatik kalau dibilang terlahir kembali. Kata yang lebih tepat mungkin "recovery" –mulai sembuh. Itu pun baru mulai. Belum sembuh.
Industri tekstil kita sangat lama sakit parah, tetapi belum tewas. Memang ada yang benar-benar sudah tewas, misalnya PT Sritex Solo. Akan tetapi masih ada juga yang hidup.
Apa pun, recovery itu perlu kita syukuri. Sektor tekstil dan turunannya mulai tumbuh. Tumbuhnya antara tiga persen sampai enam persen. Sangat memberi harapan –asal tidak negatif lagi.
Namun apakah itu bisa menjadi pembenar bagi Danantara untuk masuk ke industri tekstil?
BUMN pernah punya bisnis industri tekstil: PN Industri Sandang. Pabriknya besar-besar. Di Jakarta, Bandung, Makassar, Medan, Jatim. Sampai punya pabrik pemintalan benang di Senayan, Jakarta.
JPNN.com