Terungkap!, Dokter yang Tewas di Siak Bukan Dibunuh, Polisi Membeberkan Fakta Ini
Dari rekaman tersebut terlihat korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi memastikan tidak ada orang lain yang mendampingi ataupun mengikuti korban hingga ke lokasi kejadian.
“Hasil autopsi menunjukkan adanya bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban yang diduga menjadi jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh,” beber Sepuh.
Pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada sampel darah, urine, dan ginjal korban.
Tim dokter forensik menyimpulkan korban meninggal akibat efek Rocuronium yang menyebabkan kelumpuhan total otot pernapasan sehingga mengalami asfiksia atau mati lemas.
Sementara memar di bagian kepala dipastikan bukan penyebab kematian, sedangkan luka-luka lain pada tubuh merupakan luka pascakematian akibat aktivitas serangga.
Temuan tersebut diperkuat hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau.
Dari uji DNA diketahui bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban, yang menunjukkan jarum tersebut digunakan sendiri oleh korban dan mengandung Rocuronium.
Selain pemeriksaan medis, penyidik juga melibatkan tim psikologi forensik.
JPNN.com