Tiga Inklusif
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - Hampir pasti peluang Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar tertutup untuk bisa terpilih sebagai ketua umum tanfiziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Tidak mungkin beliau meletakkan jabatan sebagai menteri untuk mencalonkan diri di Muktamar NU di Jombang minggu depan (27-31 Agustus).

Kian ke sini calon utama yang santer disebut tinggal dua orang: Gus Kikin dari Tebuireng Jombang dan Gus Yahya, incumbent.
Melihat bahwa keduanya seperti sedang berhadapan langsung barulah muncul calon lain yang menyebut dirinya "poros tengah": Gus Rozin dari Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jateng.
Tentu sempat muncul calon-calon lain, tetapi sifatnya lebih karena ada yang mendorong untuk maju. Misalnya tokoh Golkar yang juga Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mendorong KH Zulfa Mustofa.
Beliau adalah ulama yang sempat jadi penjabat ketua umum PBNU di tengah konflik syuriah dan tanfiziyah. Eksistensi "penjabat ketua umum" ini menguap karena ternyata bukan jalan keluar dari konflik.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mendorong kiai dari Jateng, KH Yusuf Chudlori. Nama ini kian hari juga kian surut.
JPNN.com