Undangan Sirry
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Sejumlah ilmuwan kampus berkumpul di Malang. Pengundangnya seorang ahli sejarah tafsir Al-Qur'an yang kini mengajar di universitas Katolik terbaik dunia di Amerika Serikat. Notre Dame University.
Anda sudah tahu nama ahli tafsir asal Sumenep Madura itu: Prof Dr Mun'im Sirry, yang sedang liburan panjang musim panas. Prof Sirry pilih liburan di Malang sekaligus syukuran rumah barunya di sebuah real estate di kawasan Blimbing Barat.

Ia sendiri belum tahu kapan rumah itu akan ditempati –mengingat kontraknya mengajar di sana terus diperpanjang. Anaknya pun sudah sulit berbahasa Indonesia apalagi bahasa Madura seperti sang ayah, atau bahasa ibunya yang Sunda.
Si anak diajak berlibur ke Indonesia. Namanya: Kemal Perdana. Ia ikut serta dalam forum ilmiah itu, tetapi pindah pakai bahasa Inggris ketika ia sulit menjelaskan jalan pikirannya dalam bahasa Indonesia.
Paginya Kemal saya undang bicara di Dismorning –live podcast tiap jam lima pagi itu. Baru kali itu saya bertemu Kemal.
Waktu saya ke rumah Prof Sirry di Amerika, Kemal sedang kuliah di Colorado. Saya ingin ia bercerita tentang pengalamannya mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) sewaktu sekolah SMA di sana.
Kemal kini sudah mahasiswa S-3 di sebuah universitas di Colorado –jauh dari ayahnya yang tinggal di South Bend, Indiana. Ia ambil studi ekonomi. Ia tergolong mahasiswa S-3 yang tidak perlu lewat S-2. Ia masih ingat saat masih di SMA –dan mendapatkan MBG.
JPNN.com