Unik! Pos Mudik Nagreg Disulap Jadi Lembur Kaheman, Kental Nuansa Sunda
Sebelumnya, saat arus mudik terpadu kerap didirikan di wilayah Cileunyi.
"Itu analisisnya, karena memang potensi kendaraan yang padat di sana (Nagreg). Sehingga kami dirikan di sana agar pergerakan personel serta masyarakat yang akan mudik itu lebih melihat adanya pos di sana," kata Aldi di Pos Terpadu Nagreg, Selasa (17/3).
Aldi mengungkapkan, pos tersebut dibangun dengan konsep filosofi budaya sunda, Lembur Kaheman.
Dengan filosofinya adalah bisa menarik rasa kekeluargaan bagi masyarakat yang singgah di pos tersebut.
"Tujuannya, pertama agar lebih dekat lagi masyarakat dengan polisi. Kedua mengingatkan semua bahwa ini adalah budaya leluhur yang harus dilestarikan. Sehingga konsepnya, ya, ada semacam gubuk-gubuk," ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut supaya bisa mengingatkan kembali suasana perkampungan pada zaman dulu.
Kemudian tujuan lainnya adalah bisa terus merawat nilai kebudayaan dari nenek moyang.
"Personel kami juga pakai udeng yang merupakan salah satu ikon Jawa Barat ya untuk laki-laki. Sehingga sama tadi itu bahwa mengingatkan leluhur kita, nenek moyang kita ya kan. Kira-kira seperti inilah kehidupan zaman dulu ya. Agar kecintaan kepada tanah air, kecintaan kepada tanah kelahiran ini semakin kuat, semakin untuk NKRI," ujarnya.
JPNN.com