Utang Tuhan
Oleh Dahlan Iskan
Bagi yang tertarik mengenal ilmu itu, buku Al Makin ini seperti mal filsafat. Apa saja ada. Disajikan dengan daya tarik mal. Anda tidak harus mengerutkan dahi ketika membacanya. Begitu menamatkan buku itu Anda sudah langsung tahu filsafat dari A sampai Z.
Ketika pembahasan sampai ke Nusantara, begitu banyak nama yang disebut Al Makin. Yang paling ia tonjolkan adalah Sutan Takdir Alisjahbana dengan polemik Manikebu-nya. Anda sudah tahu apa itu Manikebu --singkatan Manifes Kebudayaan.
Menurut Al Makin, polemik kebudayaan Manikebu di tahun 1963-1964 itulah polemik terbaik. Pun sampai sekarang. Belum ada benturan pemikiran yang lebih bermutu dari polemik Manikebu.
Polemik Manikebu begitu serunya sampai presiden Soekarno melarangnya.
Maka saya bertanya kepada Prof Al Makin: mengapa nama Goenawan Mohamad tidak dimuat di buku Dari Athena Sampai Nusantara. Demikian juga nama Rocky Gerung. Tidak ada. Padahal GM adalah salah satu tokoh yang ikut berpolemik di Manikebu. Termasuk juga penyair terkemuka Taufiq Ismail --yang baru saja meninggal dunia pekan lalu. Di pihak Sutan Takdir juga ada kritikus sastra HB Jassin. Lawan polemik mereka adalah budayawan dari Lekra --underbow-nya PKI.
"GM dan Rocky Gerung, kan, masih hidup. Yang masih hidup saya tunda," jawab Al Makin. "Semua yang saya sebut, kan, sudah meninggal," tambahnya.
Saya juga mengajukan satu keberatan. Al Makin menyebut Bung Karno sebagai pemikir yang lengkap. Padahal di bidang pemikiran ekonomi, Bung Karno terlihat sangat lemah. Di akhir masa kepresidenannya ekonomi Indonesia runtuh.
Kuatnya tradisi pemikiran di bidang filsafat itulah yang membuat Iran istimewa. Kenapa pemikiran filsafat negara Islam yang lain tidak sekuat Iran?
JPNN.com