Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Wasiat Icha

Oleh Dahlan Iskan

Senin, 06 Juli 2026 – 06:39 WIB
Wasiat Icha - JPNN.COM
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Isi surat wasiat almarhum dr. Icha mengubah sikap keluarganyi. Awalnya pihak keluarga sudah menerima kematian itu, bahkan menolak jenazah dr. Icha diautopsi.

Tanggal 3 Juli kemarin pihak keluarga resmi mengadukan anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ke Polda Nusa Tenggara Timur di Kupang.

Tiga orang anggota DPRD yang diadukan. Ditambah satu orang dokter hewan. Mereka dianggap menjadi penyebab kematian Dokter Icha --yang meninggal dengan cara gantung diri.

Baca Juga:

Anda sudah tahu: ketika dr. Icha ditemukan tewas tergantung di kamarnyi, ditemukan sebuah surat di mejanyi. Pihak keluarga belum sempat membuka dan membaca isi surat. Langsung disita polisi.

Beberapa hari kemudian polisi menghubungi orang tua Icha. Mereka diminta ke Polda NTT untuk membaca isi surat. Itu karena isi surat ditujukan kepada keluarga. Intinya: supaya keluarga tidak mendiamkan kematiannyi. Agar penyebab kematiannyi itu diusut tuntas. Keadilan harus didapat. Hukum harus ditegakkan.

Maka ayah, ibu, dua adik Icha ke Polda NTT. "Di Polda saya yang membaca surat itu," ujar Agnes, adik dr Icha. "Saya tidak memberikan surat itu ke ibu. Beliau histeris," tambah Agnes.

Baca Juga:

"Saya tidak tahu isi surat. Saya pingsan," ujar sang ibu.

Dari Montreal, Kanada, saya menghubungi dan dihubungi ibunda dr. Icha. Juga menghubungi Agnes. Sampai di Quebec City, saya masih terus saling komunikasi.

Isi surat wasiat almarhum dr Icha mengubah sikap keluarganyi. Awalnya pihak keluarga sudah menerima kematian itu. Bahkan menolak jenazah dr Icha diautopsi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News