Nasional

Nama tak Tercantum, Honorer K2 Tidak Lulus

Rabu, 05 Februari 2014 , 05:24:00

Tenaga honorer. Foto: dok.JPNN

JAKARTA - Pengumuman kululusan tenaga honorer katagori dua (K2) direncanakan hari ini. Namun, tidak serentak. Pengumuman di sejumlah instansi pusat dan daerah tertunda untuk beberapa waktu.
      
Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, sebagian besar instansi mengumumkan hari ini.

Di antara instansi pusat yang tertunda pengumuman penetapannya adalah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kementerian Agama (Kemenag).
      
Penundaan pengumuman kelulusan itu disebabkan banyaknya jumlah honorer K2. "Di Kemenag, misalnya, honorer yang diangkat puluhan ribu. Begitu juga di Kemendikbud," kata dia.

Pengangkatan honorer K2 di Kemenag membutuhkan waktu lama karena distribusinya hingga ke kabupaten/kota dan kecamatan.
      
Bima mengatakan, pengangkatan honorer K2 di Kemenag tidak bisa diterapkan seketika. Sebab, pendistribusiannya harus merata di daerah-daerah yang kekurangan pegawai. Lain halnya dengan di Kemendikbud. Bima mengatakan akan diupayakan tuntas sebelum pengumuman hari ini. "Jika tidak bisa, ya akan tertunda seperti di Kemenag," paparnya.
      
Untuk instansi daerah, pengumuman kelulusan honorer K2 menjadi CPNS di Provinsi Papua dan Papua Barat ditunda. Alasannya, bertepatan dengan kegiatan keagamaan. "Masyarakat setempat tidak ingin terganggu dengan potensi-potensi keributan pasca pengumuman," kata Bima.
      
Pada perkembangan yang sama, Menteri PAN-RB Azwar Abubakar menilai potensi keributan karena tidak terima hasil pengumuman pengangkatan honorer K2,  kecil. Sebab, penetapan kelulusan tidak dilakukan oleh masing-masing instansi, seperti pada penerimaan CPNS pelamar umum.
      
Dalam pengumuman yang dilansir hari ini, Kemen PAN-RB mengeluarkan dokumen kelulusan dengan format PDF. Dokumen itu berisi nama dan nomor peserta ujian tulis beberapa bulan lalu. Bagi honorer K2 yang namanya tidak tercantum padahal sudah mengikuti ujian tulis, dipastikan tidak lolos.
      
Untuk menjaga keamanan, panitia bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk member watermark dalam dokumen yang bisa bebas diunduh masyarakat itu.

Tujuannya supaya tidak ada penggantian nama dalam daftar honorer K2 yang diterima jadi CPNS.

Upaya ini untuk antisipasi calo yang memanfaatkan kesempatan dengan menarik sejumlah uang kepada honorer K2 yang sebenarnya tidak lulus.

Hingga kemarin petang masih digelar rapat finalisasi panitia seleksi nasional (panselnas). Nah, pagi ini Menteri PAN-RB bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melaporkan hasil penetapan kelulusan honorer K2 menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). (wan/ca)

Berita Terkait

Berita Lainnya