10 Kejadian Luar Angkasa Sepanjang 2021, Catat Tanggalnya!

Senin, 04 Januari 2021 – 03:25 WIB
Luar angkasa. Foto: Wikipedia

jpnn.com, JAKARTA - Fenomena-fenomena astronomi sepanjang tahun ini juga tidak kalah menarik dibanding tahun lalu.

Tercatat ada kejadian luar angkasa yang menarik dan patut ditunggu sepanjang Januari hingga Desember 2021. Berikut ulasannya mrlansir 7news.

BACA JUGA: Ini yang Terjadi Saat Puncak Gerhana Bulan Penumbra

1. Hujan Meteor Quadrantid

Fenomena ini dianggap sebagai hujan meteor tahunan terbaik, dan akan mencapai puncaknya pada 3 - 4 Januari 2021, yang menghasilkan sekitar 50 - 100 meteor.

BACA JUGA: Royal Enfield Meteor 350 Siap Bersaing dengan Jawa Perak

Meteor Quadrantid berasal dari asteroid 2003 EH1, yang membutuhkan waktu 5,52 tahun sekali untuk mengorbit Matahari.

Menurut para ahli, fenomena tahun ini akan terjadi di Belahan Bumi Utara, tetapi warga Australia beruntung tetap dapat menikmatinya walau sekilas.

BACA JUGA: Lintasan Meteor Terlihat di Kamera CCTV Polisi Australia

2. Wolf Moon

Wolf Moon diprediksi akan terjadi pada 28 Januari.

Fenomena tersebut sebagai rujukan purnama pertama setiap tahunnya. Suku Algonqoin yang dahulu menempati wilayah Amerika Serikat bagian Utara dan Timur, yang menamainya.

Penamaan tersebut diambil karena ketika terjadi Bulan Purnama pertama di Januari, sekumpulan serigala yang berada di luar desa di tengah cuaca dingin dan salju tebal melolong bersamaan.

3. Hujan Meteor Lyrid

Hujan Meteor Lyrid biasanya terjadi sejak tanggal 16 - 25 April setiap tahunnya, dan biasanya mencapai puncak pada 22 atau 23 April.

Lyrid diketahui sebagai salah satu hujan meteor tertua di dunia, dan telah diamati selama sekitar 2.700 tahun.

Hujan meteor ini terbuat dari puing-puing Komet Thatcher, yang membutuhkan waktu sekitar 415 tahun untuk mengelilingi Matahari.

Komet tersebut diperkirakan tidak akan terlihat dari Bumi hingga 2276 mendatang.

4. Supermoon

Fenomena alam Supermoon pada tanggal 27 April menjadi yang pertama dari tiga femomena serupa yang akan terjadi sepanjang 2021.

Fenomena ini juga dikenal sebagai Pink Moon sebagai penanda mulai mekarnya bunga di Belahan Bumi Utara.

5. Meteor Eta Aquarid

Meteor ini dikenal karena kecepatannya saat melintas. Pergerakannya diperkirakan sekitar 240.000 km/jam, dan akan mencapai puncaknya pada 6-7 Mei 2021 yang bisa dilihat oleh warga Australia.

6. Gerhana Bulan Total

Jika cuaca mendukung, fenomena ini akan terlihat selama 14 menit pada tanggal 26 Mei.

Gerhana Bulan Total terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, serta menutupi bayangan dari Bulan.

Saat Bayangan itu tertutup, warna Bulan akan terlihat menjadi kemerahan sehingga fenomena ini juga disebut sebagai Blood Moon.

7. Hujan Meteor Perseid

Perseid juga dianggap sebagai salah satu fenomena hujan meteor terbaik yang ada, dan diprediksi puncaknya terjadi pada 12-13 Agustus.

8. Hujan Meteor Oktober

Akan ada dua hujan meteor yang terjadi pada Oktober 2021 mendatang. Pada 8 - 9 Oktober malam, Meteor Draconid akan menghujani warga Bumi.

Draconid terbentuk saat Bumi melewati puing-puing debu yang ditinggalkan oleh Komet 21P / Giacobini-Zinner, yang terjadi setiap 6,6 tahun.

Kemudian pada 20 - 21 Oktober akan terjadi Hujan Meteor Orionid. Meteor Orionid muncul saat Bumi bergerak melalui area ruang yang dipenuhi puing-puing dari Komet Halley.

9. Hujan Meteor Geminid

Geminid merupakan hujan meteor terderas yang terjadi di tahun ini. Dengan dukungan cuaca, 120 meteor Geminid dapat dilihat per jam saat kondisi puncak.

Geminid adalah meteor yang cerah dan cepat serta cenderung berwarna kuning.

Waktu terbaik untuk melihat hujan meteor ini dari pukul 22.29 AEST pada 13 Desember dan akan tetap aktif hingga pukul 5.10 pagi pada 14 Desember.

Sementara itu, waktu puncaknya akan terjadi sekitar pukul 3 pagi AEST pada tanggal 14 Desember.

10. Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total terjadi saat Bulan Baru berada di antara Matahari dan Bumi, lalu menghasilkan bagian paling gelap dari bayangannya di Bumi. Diperkirakan bisa dinikmati pada 4 Desember. (rdo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler