10 Tahun Mati Suri, Pabrik Pupuk Iskandar Muda-1 Beroperasi Kembali

Selasa, 01 Februari 2022 – 14:14 WIB
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), produsen pupuk anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero). Foto dok PIM

jpnn.com, JAKARTA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), produsen pupuk anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), berhasil mengoperasikan kembali Pabrik Amoniak-1 atau proses reaktivasi PIM-1.

Pabrik ini siap beroperasi kembali setelah 10 tahun berhenti karena terkendala pasokan bahan baku, maupun kendala teknis di lapangan.

BACA JUGA: Begini Cara Pupuk Indonesia Mendukung PMO Kopi Nusantara

Direktur Operasi & Produksi PIM, Jaka Kirwanto menjelaskan beroperasinya Pabrik Amoniak-1 ini karena perusahaan memperbaiki dengan melakukan penggantian part-part (material) dan penyediaan bahan baku gas menjadi prioritas manajemen, sehingga bisa hidup dua pabrik.

"Berkat arahan pemegang saham, manajemen PT PIM berhasil mengaktifkan kembali Pabrik Amoniak PIM-1," kata Jaka.

BACA JUGA: Keinginan Dimakamkan Sebagai Perempuan Diserang Banyak Ulama, Dorce Gamalama Merespons Begini

Dia menceritakan, persiapan percobaan reaktivasi pabrik PIM-1 di mulai pada April 2021, dan dilanjutkan start up pabrik pada awal Januari 2022 secara step by step (bertahap).

Seiring waktu berjalan, pada 29 Januari 2022 tepatnya pukul 16.40 waktu setempat Pabrik Amoniak-1 beroperasi dengan meneteskan amoniak pertama.

BACA JUGA: Kurang Akuratnya Data Jadi Biang Kerok Permasalahan Distribusi Pupuk Subsidi

Pengoperasian Pabrik PIM-1 ini, menjadi sejarah baru bagi PIM maupun Pupuk Indonesia sebagai holding.

Beroperasinya pabrik amoniak ini juga menjadi kado bagi PIM yang telah berusia 40 tahun pada 24 Februari 2022.

"Ini merupakan satu titik terang dan harapan baru bagi PIM untuk dapat terus melangkah ke depan dan meningkatkan produksi amoniak dan pupuk urea sehingga dapat terus mengabdi untuk negeri," seru Jaka.

Vice President PKBL & Humas PIM, Nasrun mengatakan dengan hidupnya pabrik amoniak-1 yang telah mati suri selama 10 tahun menambah semangat baru bagi perusahaan.

Saat ini PIM berhasil menghidupkan dua pabrik amoniak dan dua pabrik urea walaupun rate masih terbatas.

Pada akhir 2021 PIM juga sukses menghidupkan pabrik oksigen yang sudah mati suri selama 15 tahun demi untuk kemanusiaan membantu oksigen ke rumah sakit yang membutuhkan oksigen, khususnya pasien paparan covid-19.

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyaman saat star-up pabrik yang menimbulkan suara bising.

"InsyaAllah secara bertahap pabrik akan normal dan suara kebisinganpun akan hilang," kata Nasrun.

Terpisah, Direktur Produksi PT Pupuk Indonesia Bob Indiarto menyatakan dengan beroperasinya pabrik PIM-1 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi bagi Pupuk Indonesia grup.

Selain itu, PIM juga dapat berkontribusi lebih besar atas pendapatan, serta mampu memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani, baik pupuk subsidi maupun non-subsidi.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler