1.000 Lubang Galia Untuk Jenazah Korban Gempa Palu

Senin, 01 Oktober 2018 – 18:41 WIB
Pandangan dari udara kawasan tepi pantai Palu usai tsunami. Foto: Jewel Samad/AFP

jpnn.com, PALU - Jumlah korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung. Pasalnya, masih banyak korban tertimbun yang belum ditemukan.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, selain mencari, kini mereka mulai fokus memakamkan para jenazah korban terdampak bencana.

BACA JUGA: Tolong Jangan Politisasi Bantuan Dana Asing untuk Palu

Pasalnya, setelah beberapa hari pascakejadian, jasad sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

"Ini akan dilakukan pemakaman massal di TPU Poboya, Kota Palu. Sudah digali. Ada 1000 ruang di sana," ujar Sutopo di Jakarta, Senin (1/10).

BACA JUGA: Pemerintah Putuskan Rekrutmen CPNS Sulteng Disetop Sementara

Prosesi pemakaman akan dilakukan secara layak. Menurut Sutopo, jenazah akan dipilah sesuai jenis kelamin. Selain itu, jenazah akan didoakan terlebih dulu sebelum dimakamkan.

Sementara itu, untuk korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah bertambah jadi 844 Orang. Data ini telah diperbarui pada Senin (1/10) siang

BACA JUGA: Gempa Sulteng, BTN Upayakan Layanan Perbankan tak Terganggu

“Korban meninggal paling banyak berada di Palu, yakni 821 orang. Sebanyal 744 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi,” sambung dia.

Kemudian, di wilayah Parigi Moutong ada 12 orang meninggal dan di Donggala 11 orang meninggal. (cuy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sumbar Kirim 1 Ton Rendang dan Rp 500 Juta ke Sulteng


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler