1.378 Prajurit TNI-Polri Buru 3 DPO Teroris Poso, Dipimpin Irjen Rudy Sufahriadi

Kamis, 20 Januari 2022 – 21:31 WIB
Prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pemburuan sisa DPO MIT Poso di wilayah Operasi Madago Raya. ANTARA/ (Kristina Natalia)

jpnn.com, POSO - Sebanyak 1.378 prajurit TNI-Polri kembali diterjunkan dalam Operasi Madago Raya tahap I 2022 untuk memburu tiga daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris Poso.

Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Didik Supranoto menyebut ribuan prajurit TNI-Polri itu terbagi atas 1.111 personel Polri dan 267 personel TNI.

BACA JUGA: Prajurit TNI Tewas Diserang KKB, Pangdam Kasuari Sebut Kelompok Biadab

Pasukan pemburu terduga teroris poso itu ditempatkan pada tiga wilayah operasi, yakni Kabupaten Poso, Sigi, dan Parigi Moutong.

Didik menyebut pencarian tiga orang sisa DPO anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso terus dilakukan.

BACA JUGA: Ternyata Ini Pekerjaan Penusuk Anggota TNI AD Pratu Sahdi, Tak Disangka

Operasi Madago Raya tahap I Tahun 2022 tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi.

“Awal operasi dilakukan patroli udara memantau pergerakan para DPO dan dilanjutkan dengan menelusuri daerah operasi melalui patroli darat di pos-pos sekat di wilayah Kabupaten Poso dan Sigi,” kata Kombes Didik di Poso pada Kamis (20/1).

BACA JUGA: Setelah Gus Arya, Chandra Menilai Ucapan Habib Kribo, Kalimatnya Tegas

Dia menerangkan Operasi Madago Raya tahap empat tahun 2021 telah melibatkan 1.357 personel yang terbagi atas 1.089 anggota Polri dan 267 anggota TNI.

“Operasi ini diperpanjang karena masih ada tiga DPO yang diduga masih bersembunyi di Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong,” ucapnya.

Selain melakukan pengejaran terhadap para terduga teroris Poso, personel yang diterjunkan juga akan membantu aktivitas masyarakat di wilayah operasi.

Tiga DPO MIT Poso yang diburu itu masing-masing atas nama Askar alias Pak Guru alias Jafar, Suarfin alias Farhan alias Abu Fahran dan Imam alias Nae alias Galuh.

“Sebelumnya telah dilumpuhkan satu DPO yakni Ahmad Al Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir di wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” terangnya.

Dalam operasi itu, satgas juga bakal menggelar razia rutin untuk menggagalkan akses simpatisan yang diduga masih membantu para DPO dalam memenuhi kebutuhan logistik makanan maupun informasi.

BACA JUGA: Mbak R Diduga Disetubuhi Oknum Polisi, Irjen Ahmad Luthfi Meradang, Kasat Reskrim Dicopot

“Warga yang akan ke kebun juga diperiksa dan dipastikan dengan adanya razia di wilayah operasi, maka akan mempersempit gerak DPO maupun simpatisannya,” ujar Didik.

Perwira menengah Polri itu juga menyampaikan pesan Kapolda Sulteng kepada para DPO teroris Poso.

"Kapolda sudah mengimbau sebaiknya menyerahkan diri karena sekarang pencarian masih terus dilakukan,” ucap Didik. (ant/fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler