138 Ribu Mobil Tinggalkan Jakarta Dalam Sehari, Motor Juga Banyak Sekali

Selasa, 11 Mei 2021 – 18:59 WIB
Sejumlah petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub melakukan penyekatan di perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Jawa Barat, Senin (10/5). Penyekatan ini terkait larangan mudik. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 atau Lebaran 2021 masih banyak kendaraan yang berupaya meninggalkan Jakarta, meskipun pemerintah sudah melarang mudik.

Kementerian yang dipimpin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu mencatat dalam sehari ada sekitar 138 ribu mobil pribadi yang meninggalkan ibu kota. Tidak hanya mobil, sepeda motor pun banyak bergerak meninggalkan ibu kota dalam sehari.

BACA JUGA: Satgas Covid-19: Zona Oranye Didominasi Provinsi Tujuan Mudik

"Sudah lebih dari 138 ribu per hari mobil yang keluar Jakarta. Kemudian, motor juga banyak sekali," Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati dalam diskusi virtual yang disiarkan akun BNPB Indonesia di YouTube, Selasa (11/5).

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu mengatakan hanya sebagian pengemudi roda dua dan empat yang mengantungi prasyarat bepergian ke daerah.

BACA JUGA: Cegah Corona, Kementerian ATR/BPN Tegas Melarang Jajaran Mudik Lebaran

Syarat itu antara lain surat keterangan hasil negatif uji usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau tes cepat antigen, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

"Sebagian memenuhi syarat, sebagian lain itu pihak yang ngeyel dan sudah diputarbalikkan," ujar Adita.

BACA JUGA: Lemkapi Apresiasi Jajaran Polri Tegas Jalankan Aturan Larangan Mudik demi Menekan Covid-19

Mantan VP Corporate Communications Telkomsel itu mengatakan Kemenhub merasa prihatin terkait data yang menunjukkan banyaknya orang yang keluar Jakarta. Apalagi, kata dia, pemerintah telah melayangkan imbauan dan larangan mudik.

Dia berharap ke depan masyarakat bisa menahan diri untuk tidak mudik jelang Idulfitri 1442 H. Sebab, mobilitas masif berpotensi terjadi peningkatan penularan Covid-19. "Sudah beberapa kali kita mengalami itu," ujar Dita. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler