1.383 Orang di Papua Barat Pernah Kontak dengan Pasien COVID-19

Senin, 01 Juni 2020 – 20:35 WIB
Salah seorang pasien positif COVID-19 dari kelompok OTG di Manokwari (tengah), dinyatakan sembuh setelah menjalani karantina selama 24 hari di RSUD Provinsi Papua Barat. Foto: Antara/Toyiban

jpnn.com, MANOKWARI - Juru bicara Pemprov Papua Barat untuk penanganan COVID-19, Arnoldus Tiniap mengungkapkan, sebanyak 1.383 warga di provinsi tersebut tercatat memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Dalam penanganan COVID-19 mereka masuk pada kategori orang tanpa gejala (OTG). Mereka pun memiliki peluang besar tertulari virus yang belum ditemukan obatnya tersebut.

BACA JUGA: Situasi Corona di Papua Barat Sangat Mengkhawatirkan

Berdasarkan data gugus tugas penanganan COVID-19, jumlah OTG di Papua Barat terus meningkat sejak ditemukan kasus positif di sejumlah daerah.

Dari hasil pemeriksaan petugas sebagian terkonfirmasi positif dan sebagian lainya negatif.

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Pekerja Berisiko Tertular COVID-19 Dapat Jaminan

Arnoldus mengutarakan, bahwa dari 1.383 orang tersebut 576 orang masih dalam pemantauan petugas kesehatan. Sedangkan 807 sudah selesai pemantauan.

Pada data kasus positif, lanjut Arnoldus, cukup banyak warga yang terjangkit COVID-19 berasal dari kelompok OTG.

BACA JUGA: Secara Klinis Virus Corona Sudah Tidak Ada Lagi, jadi Jangan Bunuh Diri

Jumlah mereka cukup dominan dibanding dari kelompok orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)

"Dari hasil analisa data COVID-19 tanggal 29 Mei, dari 158 orang positif COVID-19 saat itu, 125 di antaranya dari OTG, 22 dari ODP dan hanya 11 pasien positif dari PDP," katanya di Manokwari, Senin (1/6).

Di Kota Sorong data konfirmasi positif pada 29 Mei 2020 sebanyak 54 kasus.

Dari jumlah tersebut 44 di antaranya dari kelompok OTG, delapan dari ODP dan dua dari PDP.

Di Kabupaten Teluk Bintuni dari 41 positif saat itu 40 dari OTG dan hanya satu dari kelompok ODP.

Kabupaten Sorong dari 32 kasus positif, 25 orang dari OTG dan tujuh ODP. Raja Ampat dari 16 kasus, delapan dari ODP, tujuh dari OTG serta satu dari PDP. Kabupaten Manokwari, dari delapan konfirmasi positif, lima dari OTG, dua dari ODP dan satu dari PDP.

Di Teluk Wondama dengan tiga konfirmasi positif seluruhnya dari kelompok OTG. Fakfak dua kasus seluruhnya dari ODP, Kaimana satu kasus positif dari OTG. Sedangkan satu kasus di Kabupaten Manokwari Selatan berasal dari kelompok PDP.

Menurut dia, peningkatan jumlah OTG berlangsung seiring dengan penambahan pasien positif.

"Hari di Papua Barat ada tambahan 31 OTG. 21 dari Teluk Bintuni, empat dari Kabupaten Sorong, tiga Manokwari dan tiga dari Raja Ampat," ujarnya.

Pada Senin 1 Juni 2020 tidak ada tambahan pasien positif di Papua Barat. Berdasarkan data Minggu 31 Mei jumlah warga positif COVID-19 di provinsi tersebut sebanyak 168 orang. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler