15 Remaja Satu Kamar, Ada yang Jual Keperawanan Rp 5 Juta

Kamis, 11 Maret 2021 – 17:26 WIB
Ilustrasi. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MAKASSAR - Tim Resmob Polsek Panakkukang, Kota Makassar Sulawesi Selatan mengamankan belasan remaja dari sebuah hotel di Kecamatan Panakkukang.

Penyisiran pada Senin (8/3) malam itu dipimpin Panit II Reskrim Ipda Fahrul.

BACA JUGA: Satu Keluarga Menjalani Praktik Prostitusi, dalam Sehari Punya Target Pelanggan

Sebelumnya, petugas menerima informasi ada beberapa orang remaja yang membawa senjata tajam tengah berada di hotel tersebut.

Nah, setibanya petugas di depan kamar yang disasar, pintu langsung dibuka.

BACA JUGA: Dosen Bertanya Keperawanan Mahasiswi, Pihak Kampus Malah Jawab Begini

Di dalamnya banyak lelaki muda bersama wanita.

Mengetahui kedatangan petugas, mereka sontak melompat dari tempat tidur.

BACA JUGA: Ada Prostitusi Online di Tangerang, Tarif Rp 500 Ribu Sekali Kencan

Proses penggeledahan pun dilakukan.

Hasilnya, di dalam kamar ditemukan 19 batang anak panah rakitan yang terbuat dari besi, lengkap dengan satu alat pelontar yang menyerupai ketapel.

Mereka yang ada di kamar itu kemudian digiring ke Mapolsek Panakkukang.

Ada sebelas remaja laki-laki dan empat wanita yang diamankan.

Mereka adalah MA (18) warga Hartaco, MR (18) warga Jalan Mentimun, Sy (17) warga Pasar Terong, RD (20) warga Cilallang Raya, AA (17) warga Jalan Kesadaran Panaikang, Ic (18) warga Jalan Manggarupi Lorong I.

Selanjutnya Ry (18) warga Aspol Batang Kaluku, Ri (15) warga Jalan Swadaya 3, IW (19) warga Jalan Swadaya 3, Ys (17) warga Jalan Depasawi Dalam, serta DPA (17) warga Maccini Raya,

Sementara empat orang wanita, masing-masing Ft (19) warga Sungguminasa Kabupaten Gowa, NR (18) warga Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, AA (17) warga Jalan Landak Baru, dan Sf (17) warga Jalan Kerinci.

Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima anggotanya.

“Awalnya, anggota Resmob Polsek Panakkukang menerima informasi yang menyebutkan bahwa di sebuah kamar hotel Jalan Pandang ada sekelompok remaja membawa senjata tajam. Tim Resmob langsung ke lokasi dan menuju kamar yang dicurigai menjadi tempat mereka berkumpul,” kata Kompol Fathur seperti dilansir Berita Kota Makassar.

Saat itu juga kamar tersebut diblokade. Tak ada satu pun yang bisa meloloskan diri.

Hingga akhirnya ditemukan barang bukti anak panah, ketapel serta satu biji obat THD.

Dari keterangan RD, salah seorang yang diamankan, barang bukti tersebut adalah miliknya.

Petugas kemudian mendalami keberadaan empat remaja perempuan di tempat tersebut.

Ternyata, mereka masuk dalam jaringan bisnis prostitusi daring. Hal itu berdasarkan pengakuan dari salah seorang wanita yang diamankan.

Kepada polisi yang memeriksanya, dia mengaku terjun ke dunia hitam dengan melayani pria hidung belang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Dalam praktiknya, dirinya tidak memilih-milih calon pelanggan. Bahkan ada yang telah berkencan dengan pria lanjut usia (lansia).

Malahan rela menyerahkan keperawanannya kepada lansia tersebut.

"Yang ambil perawanku bapak-bapak, sudah tua. Waktu itu pertama kali lewat aplikasi. Saya dibayar Rp 5 juta. Itu saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

"Orang tua laki-laki saya sudah meninggal. Saya sendiri di Makassar. Ibu ke kampung dan meninggalkan saya. Karena butuh biaya untuk hidup, saya terpaksa jual keperawanan ke kakek-kakek. Transaksinya lewat aplikasi,” katanya.

Setelah kesuciannya hilang, dia melakoni praktik protistusi daring, sudah dua bulan berjalan. Sekali kencan, ia biasanya dibayar Rp 300 ribu. (ish/b)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler