17 Kloter Tinggalkan Makkah, Besok Terbang ke Tanah Air

Minggu, 21 November 2010 – 05:05 WIB

MAKKAH - Jamaah haji Indonesia secara bertahap mulai dipulangkan ke Tanah Air kemarinKementerian Agama mencatat sebanyak 161 jamaah haji Indonesia telah meninggal dunia di Tanah Suci

BACA JUGA: Gelombang Kedua Bergerak ke Madinah

Jumlah itu sedikit lebih kecil dibanding jamaah haji yang meninggal tahun lalu


"Kalau dibandingkan tahun lalu di waktu yang sama, ada penurunan 10 orang jamaah," ujar Amirul Haj yang juga Menteri Agama, Suryadharma Ali kemarin

BACA JUGA: Jemaah Mulai Mengalir ke Tanah Air

Dari jumlah tersebut, terhitung ada 88 jamaah pria dan 73 jamaah wanita dengan penyebab tertinggi dikarenakan diabetes, darah tinggi, paru-paru kronis, dan jantung


Meski banyak jemaah haji yang sakit, namun Suryadharma menegaskan tidak ada jamaah haji yang tidak melakukan wukuf di Arafah

BACA JUGA: Mahfud Anggap SBY Terlalu Normatif

Pemerintah memutuskan untuk men-safari wukuf-kan jamaah haji yang sakit, yaitu dengan cara berbaring 50 orang dan duduk 52 orang"Jumlah jamaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi ada 56 orang," tuturnya

Sedangkan jamaah yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) berjumlah 208 orangUntuk jamaah haji yang meninggal, Suryadharma menerangkan, mereka telah dibadalkan antara lain 114 jamaah wafat, 30 jamaah sakit dan satu jamaah melahirkan"Dengan begitu total yang dibadalkan 145 orang," ungkapnya

Sementara itu, kesibukan mulai tampak di bandara King Abdul Aziz Jeddah setelah kelompok terbang (kloter) pemulangan jamaah haji mulai berdatanganKru ground handling maskapai Garuda Indonesia harus turun tangan untuk ikut menyeleksi barang-barang bawaaan jamaah haji yang dilarang masuk ke pesawatBerbagai jenis barang logam terpaksa ditinggalkan antara lain, gunting, sendok, mainan anak, kompor listrik, hingga air zam-zam
 
Dalam kesempatan itu, Ketua Divisi Pelayanan Haji Garuda Indonesia, Wanhar Munir mengatakan seluruh penumpang jamaah haji telah di asuransikanGaruda menggandeng dua perusahaan asuransi besar yaitu Asuransi Jasa Raharja (jiwa) dan Asuransi Jasindo (ekstra)"Preminya sangat kecil, hanya Rp 5000 pe rpenumpang," kata dia
 
Tapi dengan premi itu, penumpang mendapatkan jaminan kematian sebesar Rp 100 juta dari Jasindo dan Rp 10 juta dari Jasa RaharjaPerlindungan asuransi diberikan mulai sejak keberangkatan dari jamaah haji berangkat dari asrama haji, lalu naik bus, diangkut pesawat hingag turun ke embarkasi Jeddah atau Madinah
 
Demikian juga saat kepulangan, jamaah dilindungi asuransi sejak dari berangkat dari hotel, lantas naik pesawat hingga kembali ke Tanah AirWanhar menyebut, pada saat keberangkatan sudah ada jemaah haji yang meninggal dari Pekanbaru dan telah mendapatkan klaim asuransi"Paling cepat butuh waktu 1 bulan untuk mengurus klaim itu," jelasnya(wir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Lacak Koruptor di Luar Negeri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler