177 Warga Aceh Terinveksi HIV/AIDS

Jumat, 29 Maret 2013 – 09:44 WIB
BANDA ACEH - Sebanyak 177 warga Aceh yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota dinyatakan positif terinveksi virus HIV/AIDS.

Dari jumlah total tersebut, Kabupaten Aceh Utara menempati posisi peringkat pertama dengan kasus penderita HIV/AIDS tertinggi di Aceh.

"Ini berdasarkan data rekap yang kita terima dari bidang HIV/AIDS Dinkes Kabupaten/Kota setiap bulannya, terhitung mulai tahun 2004 sampai hari ini," kata Staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Program HIV/AIDS, dr. Drh. Anwar kepada Rakyat Aceh (Grup JPNN), Kamis (28/3), saat menyampaikan materi arah rujukan bagi pasien kepada Bides Langsa di Aula Hotel Harmoni.

Dijelaskannya, pasien yang terinfeksi HIV/AIDS tersebut rata-rata berada pada usia produktif, antara 24 - 48 tahun. Dan manyoritas penderitanya adalah kaum laki-laki dengan berbagai sebab dan latar belakang yang dibawa sebelumnya.

 Dari jumlah total tersebut, penderita laki-laki mencapai 107 orang, sementara sisanya perempuan.  Dari total 177 orang yang terinfeksi HIV/AIDS tersebut, 60 orang diantaranya telah meninggal dunia.

"Ini berdasarkan data update yang masuk ke kita tiap periodenya," jelas Anwar lagi.

Disinggung penyebab penyebaran virus tersebut, Anwar mengatakan, dominannya penyebaran virus penurun kekebalan tubuh pada 177 kasus HIV/AIDS ini adalah Heteroseksual (gonta ganti pasangan/hubungan sex secara tidak sehat), Penasu (Penggunaan Narkoba Suntik) dan ADU"s (Injected Drugs User).

Penyakit AIDS yang disebabkan virus HIV itu sendiri merupakan penyakit yang harus dikontrol dan dikendalikan secara medis dan periodik bagi pasiennya. Karena ini adalah satu-satunya penanganan yang dapat dilakukan saat ini untuk mencegah penyebaran infeksi pada orang lain atau pasangan hidup.

"Seorang penderita HIV/AIDS tidak bisa dikenali oleh siapapun baik secara fisik maupun fsikologinya. Karena ini sifatnya rahasia, maka penanganannya pun harus dilakukan tertutup antara pasien dengan medis. Dan bagi penderita HIV/AIDS yang ingin bekeluarga atau bercampur dengan pasangan sahnya, maka harus dibawah kontrol dan pengawasan medis, supaya saat berhubungan tidak menularkan virus tersebut baik pada istri maupun anaknya kelak," terang Anwar.

Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh masyarakat Aceh, agar selalu menjaga diri agar tidak terinfeksi virus tersebut. Dan bagi masyarakat yang sudah terinfeksi diharapkan dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk penanganan dan kontrol. "Kerahasiaan data korban dijamin," demikian Anwar.

Sementara itu, menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, dr Machroza, kasus penderita AID/HIV di Aceh Utara mencapai 30 orang, sedangkan delapan diantaranya meninggal dunia. (idr)



BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Kaltim, 476 Senpi Legal Beredar

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler