jpnn.com - BA'A - Cuaca buruk akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Rote Ndao, NTT, tiga pekan terakhir ini, membuat pemerintah Rote Ndao terus meningkatkan kewaspadaan, karena bencana bisa terjadi kapan saja.
Minggu (2/2), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ferry Haning dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao, Frengki Haning memantau sejumlah wilayah yang rawan terjadi bencana. Baik bencana tanah longsor, maupun bencana akibat air laut pasang, yang mengakibatkan sejumlah rumah penduduk dibeberapa titik terendam air laut.
BACA JUGA: Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS
Sebelumnya pantauan Timor Ekspress (grup JPNN) di Kecamatan Lobalain, yakni tepatnya di Dusun Sebelah Kali dan pesisir Kelurahan Metina, pada Sabtu (1/1) malam lalu, sebanyak 19 rumah milik masyarakat di dusun Sebelah Kali, terendam air laut sekira satu meter. Hal ini terjadi akibat air laut pasang dan gelombang tinggi.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga pun akhirnya diungsikan ke dusun lain yang aman dari amukan gelombang pasang. Hal yang sama terjadi di Kelurahan Metina, beberapa rumah warga setempat dimasuki air laut.
BACA JUGA: Pemda tak Campuri Pengumuman Honorer K2
Salah satu warga, Abraham Kota mengatakan, air laut yang naik itu sekira pukul 21:00 wita. Saat itu mereka dalam keadaan tertidur sehingga mereka tidak tahu kejadian itu. Mereka baru sadar ketika air laut sudah masuk dalam rumah mereka.
Beberapa perabot rumah tangga pun katanya, sempat di bawah air laut, beras dan kasur mereka rusak.
BACA JUGA: 26 Pasangan Umat Budha Ikuti Nikah Massal
Hasil pantauan di dusun Oenggae Pantai, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru, sebanyak 14 rumah warga terendam air laut pada malamnya. Warga pun takut dan mereka mengungsi ke desa tetangga.
Tidak hanya itu, sejumlah pohon yang ada di pinggir pantai sekitar, tumbang dan di bawah air laut. Beruntung kejadian itu tidak menelan korban jiwa.
Kepala BBPD, Ferry Haning mengatakan, jika masyarakat Oenggae Pantai masih terus bertahan untuk tinggal di sekitar bibir pantai, maka bisa fatal, karena jarak dari bibir pantai ke rumah warga sudah hanya tersisah tiga meter. Karenanya, kata dia, ke depan warga sekitar harus mau untuk pindah dari lokasi setempat.
"Kalau bisa kita relokasi saja, karena kalau cuaca ini masih berlanjut seminggu, maka bisa saja abrasi pantai ini akan sampai ke rumah warga dan itu sangat berbahaya," katanya. (kr8/lok)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ombak 5 Meter, Kapal Diimbau Tak Berlayar
Redaktur : Tim Redaksi