193 PMI Dipulangkan ke Indonesia, Kemenko PMK: Jangan Kembali Lagi ke Malaysia

Jumat, 05 Agustus 2022 – 19:30 WIB
WNI asal Malaysia yang dipulangkan pemerintah ke Indonesia dalam keadaan sakit. Foto Humas Kemenko PMK

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 193 dari 3.200 pekerja migran Indonesia (PMI) dipulangkan dari Malaysia ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/8). 

Berdasar data dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), sebanyak 193 PMI itu terdiri dari 66 perempuan dan 127 laki-laki.  

BACA JUGA: Kepala BP2MI Menjemput 193 PMI yang Dideportasi dari Malaysia

Kondisi kerentanan adalah yang sakit sebanyak 28, ibu dan anak 30, lansia 14, satu anak tanpa penjaga, dan sisa 120 orang lainnya.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri menjemput langsung kedatangan para PMI tersebut.

BACA JUGA: Kemlu Kebut Pemulangan 192 PMI Bermasalah dari Malaysia, Ada Apa?

Femmy menyempatkan berinteraksi dengan para PMI serta memberikan dukungan morel dan semangat kepada mereka. 

Femmy berharap para PMI agar bisa diurus berbagai aspek oleh kementerian dan lembaga terkait, seperti identitas kependudukannya, perawatan kesehatan, dan mendapatkan pelatihan kerja.

BACA JUGA: Puan: Antisipasi Modus Baru Perdagangan Manusia Terhadap PMI

“Mudah-mudahan bisa sampai ke daerah masing-masing. Tolong nanti dijaga, bagi yang membawa bayi dan anak-anak segera diurus identitasnya, supaya nanti bisa mendapat pengobatan bagi yang sakit," jelasnya.

Sebanyak 193 PMI itu akan melakukan karantina terlebih dahulu selama lima hari di Wisma Atlet, dan divaksin sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Dari 193 PMI, ada yang berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan provinsi lainnya. 

Setelah sampai di kampung halaman, kata Deputi Femmy, para PMI diharapkan agar tidak kembali lagi ke Malaysia lagi lewat jalur belakang.

Femmy pun berharap BP2MI serta dinas sosial setempat bisa memberikan layanan agar bisa mandiri secara ekonomi, berdaya di negeri sendiri tanpa jauh-jauh harus mencari nafkah di negeri orang.

"Jangan balik lagi lewat jalan belakang. Bagi yang punya keterampilan, nanti ada job order dipersilakan bagi bapak ibu untuk meng-apply lagi," ucap Femmy. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler