2 Penyebab Warna NU Tidak Memilih Cak Imin, Berat nih

Kamis, 07 September 2023 – 09:07 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Warga Nahdliyin di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak akan solid mendukung pasangan bakal capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024.

Analisis tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno terkait peluang Anies-Cak Imin panen suara di Jawa Timur, yang merupakan basis massa Nahdlatul Ulama (NU).

BACA JUGA: Prof Lely: Makin Cepat Status Cak Imin Dijelaskan, Makin Baik

Adi Prayitno menjelaskan, secara statistik 85 persen penduduk Indonesia beragama Islam, dan sebanyak 40-45 persen mengaku sebagai bagian dari NU.

"Lalu kalau lihat suara PKB di Pemilu 2019 sebesar 9,69 persen. Jadi kalau ada 45 persen bagian dari NU dan mayoritas, jadi ada sekitar 35 persen tidak memilih PKB, namun ke partai lain," kata Adi di Jakarta, Rabu (6/9).

BACA JUGA: Kantongi Restu PB PMII Jadi Cawapres Pendamping Anies, Cak Imin Makin Percaya Diri

Dia mengatakan dari suara PKB sebesar 9,69 persen itu, tidak bisa dikonversikan kepada Cak Imin.

Menurut Adi, hal itu karena elektabilitas Cak Imin hanya 1-2 persen sehingga ada gap antara pemilih PKB dengan Cak Imin.

BACA JUGA: Budiman Klarifikasi Pertemuannya dengan JK dan Anies, Ingin Mengeroyok Ganjar?

"Ada jarak pemilih PKB yang tidak memilih Muhaimin. Dan pemilih NU tidak harus memilih Muhaimin," ujarnya.

Adi lantas menilai ada beberapa penyebab pemilih NU tidak memilih Cak Imin.

Pertama, Cak Imin masih kalah tenar dengan nama-nama bakal capres lain seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

"Muhaimin masih kalah tenar dengan nama-nama lain karena basis pemilih PKB, misalnya, lebih memilih Ganjar. Karena orang NU dengan PDI Perjuangan memiliki hubungan yang bagus," kata Adi Prayitno.

Kedua, warga NU mulai mendukung Prabowo karena terindikasi calon tersebut dekat dengan Jokowi.

"Sebelum deklarasi Anies-Muhaimin, Gerindra berkolaborasi dengan PKB. Namun, setelah pisah, apakah Prabowo tetap mendapat dukungan dari warga NU atau tidak," katanya.

Karena itu, lanjut Adi, menjadi tantangan bagi Cak Imin sebagai cawapres pendamping Anies untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik NU dan PKB.

Adi mengatakan, langkah itu sangat penting karena kondisi PKB dengan PBNU terlihat berkonflik, sehingga akan berpengaruh terhadap perolehan suara partai tersebut.

"Dalam kondisi solid (PKB-PBNU) perolehan suara PKB 9,6 persen. Lalu sekarang PKB itu terlihat berkonflik dengan PBNU," ucapnya. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler