2 Poin Pernyataan Terbaru Presiden Jokowi, Merespons Sikap Ganjar Pranowo & Wayan Koster

Jumat, 31 Maret 2023 – 15:24 WIB
Presiden Jokowi. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Presiden Joko Wdodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan terbaru terkait keputusan FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Berikut poin-poin penting pernyataan Presiden Jokowi yang disampaikan seusai meresmikan KEK Lido City, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/3).

BACA JUGA: Plt Menpora Berharap Ada Kabar Agak Menyejukkan dari FIFA, Apa Itu?

1. Soal Sikap Ganjar Pranowo dan Wayan Koster

Keputusan FIFA diduga setelah ada penolakan terhadap Timnas Israel yang disuarakan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dua gubernur itu berbeda pandangan dengan sikap pemerintah pusat.

BACA JUGA: Palestina Sedih Melihat Indonesia jadi Korban FIFA

Bagaimana Presiden Jokowi merespons hal tersebut?

Presiden menegaskan bahwa wilayah politik dan wilayah olahraga memiliki ranahnya masing-masing sehingga jangan dicampuradukkan.

BACA JUGA: Kode dari FIFA Soal Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023 Pengganti Indonesia

"Ini kan negara demokrasi, yang penting jangan dicampuradukkan.”

“Saya sudah, saya sampaikan kan, jangan dicampur aduk, ada wilayah politik, ada wilayah olahraga," kata Presiden Jokowi.

Pernyataan Presiden Jokowi soal tidak mencampuradukkan antara posisi Indonesia yang mendukung Palestina ini sudah pernah ditegaskan pada Selasa (28/3).

"Saya menjamin keikutsertaan Israel tidak ada kaitannya dengan konsistensi posisi politik luar negeri kita terhadap Palestina, karena dukungan kita kepada Palestina selalu kokoh dan kuat," kata Jokowi dalam pernyataan yang disiarkan kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, Selasa malam.

Kepala Negara juga menyebut bahwa FIFA memiliki aturan yang harus ditaati. Oleh karena itu, Presiden menegaskan untuk tidak mencampuradukkan urusan olahraga dan politik.

“Dalam urusan Piala Dunia U-20 ini, kita sependapat dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia bahwa FIFA memiliki aturan yang harus ditaati anggotanya. Jadi, jangan mencampuradukkan urusan olahraga dan urusan politik,” tegas Presiden.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Presiden melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (28/3) atau satu hari sebelum Federasi sepak bola dunia (FIFA) mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada Rabu (29/3).

2. Presiden Jokowi Tunggu Laporan Erick Thohir

Presiden Jokowi masih menunggu kedatangan dan laporan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir seusai melakukan pertemuan Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (29/3).

Presiden Jokowi menunggu laporan Erick Thohir perihal potensi sanksi yang bisa dijatuhkan oleh FIFA menyusul pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

"Ya (sanksi) itu nanti setelah saya ketemu Pak Erick seperti apa," kata Presiden Jokowi.

Diketahui Presiden Jokowi sebelumnya mengutus Ketua Umum PSSI untuk menyampaikan surat secara langsung kepada Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (29/3), berkenaan dengan keberlangsungan Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Namun, selepas pertemuan itu, FIFA mengumumkan pencoretan Indonesia dengan menyebut situasi terkini sebagai alasan tanpa menjelaskan secara rinci.

Melalui pengumuman resminya, FIFA juga menyebut akan ada sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Indonesia dalam waktu dekat.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa dirinya sudah meminta Ketum PSSI untuk segera melapor hasil pertemuannya dengan Presiden FIFA sekaligus membicarakan potensi sanksi yang mungkin dihadapi Indonesia.

"Ya belum tahu (sanksinya), tadi malam atau tadi pagi (Ketua Umum PSSI) sudah datang atau belum, katanya kalau sudah datang langsung melaporkan ke saya," ujar Presiden Jokowi. (sam/antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jadwal Pendaftaran CPNS 2023 Calon Intelijen dari Lulusan SMA, Persyaratan Tinggi Badan


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler