2 Warga Surabaya Ini Sudah Dikepung Polisi, Bernyali Tinggi, Tegang, Akhirnya...

Selasa, 06 Juli 2021 – 15:22 WIB
Sulaksono Edy Prayogo dan Badruttamam ditembak di bagian kaki karena mencuri motor dan melawan petugas saat ditangkap. Foto: Dok. Polsek Sukolilo

jpnn.com, SURABAYA - Dua bandit pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bernama Sulaksono Edy Prayogo (42) warga Bulak Rukem dan Badruttamam (31) asal Kedung Cowek, Surabaya nekat melukai polisi dengan senjata tajam (sajam) saat ditangkap.

Akibat perbuatannya yang membahayakan petugas itu, mereka berdua dilumpuhkan dengan tembakan di bagian betis. 

Kanit Reskrim Polsek Polsek Sukolilo Iptu Zanul Abidin mengatakan dua pelaku ditangkap saat hendak beraksi di kawasan Jalan Ir Soekarno (Merr) pada Minggu (4/7) dini hari. 

"Kami awalnya patroli kring serse mencurigai gerak gerik keduanya yang diduga hendak mencuri motor. Dari kejauhan mereka terlihat melancarkan aksinya lalu kami amankan," kata dia, Selasa (6/7) 

Kedua pelaku berupaya kabur menerjang kepungan petugas. Mereka juga nekat menyerang dengan sajam. 

Saat polisi mencoba melakukan peringatan dengan melepas tembakan ke udara, pelaku tetap kukuh melawan. Akhirnya tembakan kedua diarahkan ke kaki Edy dan Badrut. 

"Kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan betis kakinya. Setelah itu kami bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis," jelas dia.

Dari penangkapan itu, polisi menyita lima mata kunci T, tiga ponsel, satu pisah lipat, motor Yamaha PCX sebagai sarana, dan uang sisa kejahatan Rp144 ribu. 

"Pisau lipat yang kami amankan digunakan berjaga-jaga apabila ada yang menghalangi aksinya, itu dibawa dia setiap saat di kantong celananya," jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari itu.

Pengakuan dari kedua tersangka selama beraksi, mereka belum pernah menggunakan pisau lipat tersebut untuk melukai atau mengancam korbannya. Mereka mengaku hanya untuk menakut-nakuti saja. 

"Kedua tersangka pengakuannya sudah beraksi di dua TKP. Kasusnya masih akan kami kembangkan," pungkas Abidin. (mcr12/jpnn)

BACA JUGA: Mungkin Mas Risqi Menyesal Seumur Hidup Mampir di Warung Kopi Jalan Bulak Banteng Surabaya


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler