2 WNA Asal China Ditemukan Meninggal Dunia, Polda Gorontalo Langsung Bergerak

Minggu, 06 Februari 2022 – 21:32 WIB
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono. ANTARA/Adiwinata Solihin

jpnn.com, GORONTALO - Sebanyak dua warga negara asing (WNA) asal China ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Rumah Sakit Tombulilato, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (6/2) malam. 

Polda Gorontalo melakukan penyelidikan penyebab kematian dua WNA asal China tersebut. 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Terima Aduan WNA soal Permainan Karantina, Uni Irma: Bikin Malu

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono  menjelaskan WNA dengan inisial LC (35) dan LZ (41) tersebut bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidrolik (PLTMH) Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Saat ditemukan, LC dalam posisi tergantung dengan seutas tali di salah satu sisi jendela rumah sakit. 

BACA JUGA: WN Filipina Ini Masuk NTT Melalui Jalur Tikus, Tim Intelijen Bertindak

LZ ditemukan tergeletak di lantai dengan bersimbah darah di bagian kepala di kamar yang sama.

“Seusai mendapatkan informasi terkait meninggalnya dua WNA tersebut, Dirreskrimum, Dirintelkam, Kapolres Bone Bolango dan Kasatreskrim Polres Bone Bolango bersama tim Inafis Polda Gorontalo semalam langsung mendatangi TKP guna menyelidiki dan mengusut tuntas kasus ini," ujarnya di Gorontalo, Minggu (6/2). 

BACA JUGA: Pelaku Pengeroyokan WN Ukraina di Bali Mengaku dari Interpol, Irjen Putu Jayan Bilang Begini

Dugaan sementara, kata Wahyu, WNA atas nama LC meninggal karena bunuh diri. 

Sebab, ujar dia, berdasarkan informasi dari keterangan para saksi, yang bersangkutan sudah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri akibat depresi.

Percobaan bunuh diri pertama pada 23 Januari 2022 lalu, yang mana LC mencoba melompat dari atas menara crane saat melaksanakan pekerjaan PLTMH.

Selanjutnya, 24 Januari pada saat hendak melakukan antigen karena akan dikembalikan ke negaranya, yang bersangkutan melarikan diri.

Pada saat akan diamankan, yang bersangkutan memukul kepala sendiri dengan batu.

Kemudian, pada 25 Januari saat dalam perawatan di RS Tombulilato, yang bersangkutan membenturkan kepala ke dinding, sehingga diborgol dan dijaga oleh dua rekan kerjanya atas nama LZ dan FB.

Sementara itu, lanjut Wahyu, berdasarkan keterangan para saksi dan hasil oleh tempat kejadian perkara (TKP) sementara, LZ merupakan korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh rekannya LC. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler