2.000 Sopir Angkot tak Punya SIM

Jumat, 04 Oktober 2013 – 09:36 WIB

jpnn.com - BOGOR - Hati-hati ketika Anda menaiki angkutan umum (angkot), karena menurut data Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) dari 3.412 sopir angkot di Kota Bogor, hanya 30 persen sopir yang memiliki surat izin mengemudi (SIM). Jika ditotalkan maka ada 2.389 sopir yang tidak memiliki SIM atau masih bodong.

Kasi Angkutan Dalam Trayek DLLAJ Kota Bogor, Ari Priyono menuturkan, sebagai kendaraan pengangkut massal, angkot masih menjadi salah satu pilihan warga. Selain tarif yang murah, angkot menjadi pilihan karena sistemnya yang bisa turun di mana saja.

BACA JUGA: Desak Negosiasi Ulang Mobil Murah

“Sistem seperti ini memang nyaman untuk kultur masyarakat Bogor,” katanya kepada Radar Bogor (Grup JPNN).

Dia menerangkan, satu angkot tidak hanya memiliki satu sopir, kemungkinan menggunakan dua sopir. Jika ada dua sopir, maka kemungkinan sopir yang tidak memiliki SIM berlipat ganda jumlahnya.

BACA JUGA: Korban Trafficking Depresi

“Data ini kami dapatkan dari pengakuan para sopir, dan alasan mereka beragam. Yang lebih krusial lagi, dari 30 persen yang memiliki SIM tersebut hanya lima persen yang memiliki SIM A umum. Sisanya, hanya menggunakan SIM A,” terangnya.

Berbagai upaya sosialisasi sudah dilakukannya, namun banyak sopir yang menyepelekan masalah ini, bahkan ditemukan ada beberapa sopir yang masih di bawah umur.

BACA JUGA: FPI Minta Makam Ustaz Uje tak Dibongkar

Menurutnya, salah satu persyaratan keamanan berkendara tidak hanya mengenai teknis, kesiapan administrasi juga penting, sebagai salah satu dasar bahwa pelayanan yang diberikan pengemudi itu aman.

“Dalam sistem rekrutmen sopir juga yang saya temukan masih belum baik,” katanya.(rp3/c)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cerita Dahlan Tentang Ledakan Gardu Cawang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler