2013, Pertumbuhan Ekonomi Ditarget 7 Persen

Rabu, 18 April 2012 – 01:47 WIB

JAKARTA - Pemerintah menaargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2013 bisa capai sekitar 6,7-7,4 persen. Target ini bisa dicapai jika permasalahan subsidi energi yang menghantui perekonomian Indonesia bisa diselesaikan pada tahun ini.

"Kalau 2013 pertumbuhan ekonomi 6,7 - 7,4 persen, tapi ini masih diiexercise titik tengahnya masih 7 persen,"ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Armida S Alisyahbana di Jakarta, Selasa (17/4).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 7 persen ini harus mempertimbangkan perekonomian di tahun 2012. Jika pertumbuhan ekonomi tahun 2012 ini bisa mencapai 6,5 persen sesuai dengan target maka pemerintah akan lebih percaya diri untuk mencapai di tahun 2013 sebesar 7 persen.

Adapun faktor yang bisa mengerek pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen di tahun depan, sambungnya dengan mengandalkan peningkatan daya saing dan daya tahan terutama pangan dan energi. Dimana, masalah energi ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang perlu segera di tanggulangi sehingga tidak memberatkan beban anggaran.

"Terus terang, subsidi energi itu besarnya Rp.200 triliun padahal kan infrastruktur saja kita sudah susah payah posisinya sekarang Rp.168 triliun dan itu posisinya belanja modal,"jelasnya.

Namun, dalam RKP 2013 pemerintah dengan usaha yang keras, tambahnya bisa menaikan belanja untuk infrastruktur sebesar 32 triliun menjadi sekitar Rp.200 triliun. Padahal jika menilik dari subsidi energi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan yang cukup besar tetapi tidak tepat sasaran.

"Kenapa kita harus mensubsidi orang yang seharusnya tidak disubsidi, padahal infrastruktur dari 2012 ke 2013 hanya naik Rp.32 triliun, coba kalau itu (subsidi energi) bisa digunakan untuk infrastruktur sebesar Rp.100-150 triliun. Jadi permasalahan energi harus mulai diselesaikan pada tahun ini sehingga beban subsidinya bisa rasional,"pungkasnya. (Naa/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Lemah, Dasar Hukum Pajak Alat Berat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler