2014, Tambah Satu Ruas Tol

Kamis, 10 Oktober 2013 – 06:39 WIB

jpnn.com - SURABAYA -  Penambahan ruas jalan tol berjalan lambat di Jatim. PT Jasa Marga Tbk hanya menambah satu ruas jalan tol pada tahun depan. Padahal, operator jalan tol pelat merah itu sedang melakukan pembangunan tiga ruas tol di Jatim.

Kepala Cabang PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Agus Purnomo tol yang siap beroperasi pada tahun depan adalah Gempol Pandaan. Pembebasan tanah ruas jalan sepanjang 12 km itu sudah mencapai lebih 90 persen. "Proyeksinya tahun ini pengerjaan kontruksi selesai. Triwulan pertama 2014 baru beroperasi," tuturnya.

BACA JUGA: Siapkan Rp 50 M untuk Bangun Pabrik Pengolah Porang

Sedangkan, dua ruas lainnya Surabaya Mojokerto (Sumo) dan Gempol Pasuruan dipastikan tidak akan selesai tahun depan. Keduanya masih mengalami kendala dengan pembebasan lahan. "Baru 60 persen lahan yang bebas," ujarnya.

Tol Sumo yang panjangnya 34 km baru beroperasi dua km saja di sektor IA. Sedangkan, Gempol Pasuran memiliki panjang 52 km. Kendala lahan, tambah Agus, juga menghambat pembangunan tol pengganti Porong Gempol. "Ada beberapa kapling tanah yang belum bebas. Ini menghambat pengerjaan kontruksi. Padahal, pengerjaan kontruksi hanya butuh waktu setahun," tuturnya.
 
Jasa Marga, selaku pengelola ruas jalan tol Surabaya-Gempol menaikan tarif tol Surabaya-Gempol sebesar 12 persen mulai besok dini hari (11/9) tepat pukul 00.00 WIB.

BACA JUGA: Wujudkan Kedaulatan Pangan, Pemerintah Harus Percepat Cetak Sawah Baru

Dengan adanya kenaikan itu, maka tarif akan mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp500 per unit kendaraan. Dari Rp3.500 per kendaraan menjadi Rp4.000 per kendaraan.

Agus mengatakan bahwa kenaikan tersebut harus dilakukan mengingat banyaknya fariable yang memicunya. Selain karena tingginya laju inflasi yang menyebabkan biasa operasional naik, juga dipengaruhi oleh kenaikan upah pegawai serta pengembalian investasi.

BACA JUGA: Program Lama Ngadat, Sudah Gagas Lagi Bangun 4.406 Rumah

Terkait jumlah kendaraan yang melalui tol sepanjang 43 kilometer tersebut, Agus mengatakan sampai triwulan ketiga telah membukykan 80 juta kendaraan. Jumlah itu meningkat 5 persen banding tahun lalu. "70 persen kendaraan lewat adalah golongan I," katanya.

Untuk pendapatan, sampai sembilan bulan di tahun ini telah membukukan Rp 191 miliar. Ini melebihi Rp 1 miliar dari target. "Target akhir tahun Rp 261 miliar," ucapnya.(dio)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... GAPKI Protes Rencana Kemasan Minyang Goreng


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler