21 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Longsor, 58 Jiwa Mengungsi

Jumat, 26 Desember 2014 – 13:33 WIB

jpnn.com - SUKABUMI - Sedikitnya 21 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilanda bencana selama Desember 2014. Dari kejadian itu, satu orang balita berusia delapan bulan warga Sukaraja, tewas tertimbun dan korban lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo mengatakan, 20 kecamatan yang daerahnya dilanda bencana longsor tersebut yakni, Kecamatan Cidolog, Curugkembar, Cidadap, Pabuaran, Sagaranten, Tegalbuleud, Nyalindung, Gegerbitung, Bantargadung, Simpenan, Cibadak, Nagrak, Cidahu, Bojonggenteng, Sukaraja, Cisaat, Kadudampit, Caringin, Parungkuda, Purabaya dan Sukabumi.

BACA JUGA: Ortu Cerai, Pemuda Gantung Diri

"Bencana longsor itu menimpa sejumlah rumah dan memutuskan irigasi, jalan akses penghubung desa dan kecamatan," kata Usman seperti yang dilansir Radar Sukabumi (Grup JPNN.com), Jumat (26/12).

Dikatakan Usman, mengenai data pastinya pihaknya masih melakukan rekapitulasi data. Lantaran, sebelum menyampaikan laporan resmi berupa berita acara dari instansi terkait seperti desa dan kecamatan, pihaknya belum bisa menyebutkan data pastinya. Namun, untuk sementara, Usman baru bisa menyebutkan lokasi-lokasi bencana yang sudah diberikan bantuan berupa logistik maupun alat berat.

BACA JUGA: Ingat Musibah 10 Tahun Silam, Menangis, Larut dalam Zikir

"Untuk kejadian yang mengakibatkan korban jiwa, kami sudah memberikan santunan duka kepada keluarga korban. Sedangkan untuk bencana yang memutuskan akses penghubung beberapa kecamatan kami memberikan bantuan berupa alat berat dan beronjong," paparnya.

Jalan yang terputus tersebut diantaranya terjadi di Jalan Cibuyung, memutuskan Kecamatan Kalibunder dengan Tegalbuleud dan Sagaranten. Selain itu, di wilayah Kecamatan Nyalindung jalan longsor, hingga memutuskan Desa Nyalindung dengan Desa Mekarsari. Sementara di Kecamatan Sukabumi, longsor menutup irigasi di tiga titik.   

BACA JUGA: Banjir, Pemilik Tambak Ikan Tekor

Usman juga menambahkan, berdasarkan kajian dari Badan Geologi Nasional, Desa Ciwalat Kecamatan Pabuaran, terancam longsor. Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, pihak kecamatan sudah mengungsikan 58 jiwa dari 24 Kepala Keluarga (KK) ke rumah saudara dan tetangganya yang dinilai lebih aman.

"Intensitas hujan ini kan masih tinggi, jadi kami berharap, masyarakat tidak pulang dulu. Lebih baik mencari aman sebelum badan Geologi Nasional menyatakan aman," imbuhnya. (ryl)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ortu Bercerai, Pemuda Gantung Diri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler