21 Napi Perempuan Nekat Minum Disinfektan Dicampur Nutrisari, 1 Tewas

Jumat, 11 Juni 2021 – 17:37 WIB
Sebanyak 21 wanita napi narkoba Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar Bali yang keracunan usai menenggak disinfektan dicampur nutrisari menjalani perawatan di rumah sakit. Foto: RadarBali

jpnn.com, DENPASAR - Sebanyak 21 napi Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar keracunan massal usai menenggak disinfektan dicampur nutrisasi.

Akibat peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia dan sisanya dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA: Oknum Kades Digerebek Tanpa Busana Selingkuh dengan Bawahan

Napi yang tewas adalah pengoplos minuman tersebut berinisial RP, asal Jakarta. Dia tewas di RSUP Sanglah, Jumat pagi (11/5).

Informasi yang dihimpun sebanyak 21 wanita ini merupakan napi narkoba Lapas Perempuan Klas IIA. Diketahui bahwa mereka merupakan pemakai narkoba kelas berat.

BACA JUGA: Marbot Musala Ditemukan Tewas Telentang di Samping Kasur, Kondisi Mengenaskan

"Diduga mereka itu sakau sehingga mengalami halusinasi. Penderita menganggap dirinya wajar minum disinfektan dicampur Nutrisari, sedang orang normal melihat hal tersebut sebagai keanehan," beber sumber petugas lapas ditemui di RS Sanglah.

Sumber yang meminta agar namanya tak disebut ini menjelaskan, mereka keracunan karena minum bahan kimia (Disinfektan) obat untuk membasmi kuman penyakit, lalu dicampur dengan minuman sari buah (Nutrisari).

BACA JUGA: Bikin Resah Masyarakat, Belasan Pria Ini Langsung Diciduk Jatanras Polda Sumsel

"Ya mereka itu sakau. Orang-orang sakit itu yang nekat komsumsi minuman itu. Infonya mereka ingin mabuk-mabukan makanya dikonsumsi beramai-ramai," tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar Lili membenarkan bahwa satu di antara napi perempuan tewas. Dua lagi cuci darah dan yang lainnya dirawat biasa.

"Jadi ada 21 napi perempuan konsumsi minuman yang awalnya dikira miras. Setelah mengetahui ada yang meninggal, lainya mengaku ikut minum. Dan belakangan baru diketahui minuman itu campuran disinfektan dan nutrisari," bebernya.

Pengakuan itu tentu saja mengagetkan pihak lapas, sehingga dengan sigap sejumlah napi yang mengaku kesakitan langsung dibawa ke RSUP Sanglah untuk dirawat. 

"Mereka langsung dilarikan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah. Napi berinisial RP tidak tertolong dan meninggal dunia," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi IGD RSUP Sanglah dr. I Made Mulyawan membenarkan terkait adanya pasien napi wanita Lapas Kerobokan yang dirawat di UGD.

I Made menjelaskan penyebabnya diduga karena keracunan. Awalnya ada empat orang, Kamis (10/6) sekitar pukul 15.30. Kemudian menyusul 17 orang pada Jumat (11/6) 11.00 WIB.

BACA JUGA: Booking Cewek Cantik Lewat Aplikasi MiChat, Tak Disangka, yang Datang Malah Waria Ganas

"Mereka keracunan. Satu meninggal," tutupnya.(radarbali)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler