23 Warga Bekasi Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Kamis, 09 April 2020 – 20:25 WIB
Ilustrasi wabah corona. Foto: pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Sedikitnya 23 orang warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19 tanpa merasakan gejala gangguan kesehatan, sehingga mereka masuk dalam daftar kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan 23 orang positif COVID-19 kategori OTG itu adalah 15 orang laki-laki dan delapan perempuan.

BACA JUGA: Lebaran Tetap, Tapi Cuti Bersama Diundur

"Sejauh ini yang berhasil terdata oleh kami sebanyak 23 orang itu," katanya di Cikarang, Kamis.

Menurut dia, orang dengan kategori OTG secara medis normal karena tidak merasakan gangguan apapun pada tubuhnya atau dengan gangguan minimal, sehingga disebut tanpa gejala. "Itu kemudian yang bisa menjadi potensi terjadinya sumber penyebaran baru," ungkapnya.

BACA JUGA: Pagebluk Corona di Indonesia Sudah Tersebar di 33 Provinsi

Alamsyah menyebut warga kategori OTG melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dan pendampingan dari pemerintah daerah dan mereka terbilang aktif melaporkan kondisinya.

"Masyarakat Kabupaten Bekasi jangan khawatir, mereka yang OTG dipantau pemerintah hingga sembuh," ucapnya.

BACA JUGA: 10 Perawat Meninggal dan Satu Positif Selama Pagebluk Corona

Alamsyah mengatakan saat ini warga Kabupaten Bekasi yang terkonfirmasi positif COVID-19 berjumlah 33 orang dengan rincian enam orang dinyatakan sembuh, enam meninggal dunia, dan 21 orang lainnya sedang menjalani penanganan di rumah sakit rujukan, baik di Bandung maupun DKI Jakarta.

"Kemudian satu orang berstatus OPP (Orang Pelaku Perjalanan), yakni orang yang mempunyai riwayat dari wilayah terjangkit. Hanya satu orang berjenis kelamin pria," katanya.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya meningkat signifikan hingga mencapai 1.297 orang, namun dari jumlah tersebut, 640 orang diantaranya sudah selesai dipantau dan dinyatakan negatif. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 303 orang.

"188 orang selesai pengawasan dan 115 sisanya masih dalam pengawasan," kata Alamsyah. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler