24 Autis Centre Kelar Tahun Depan

Minggu, 04 Agustus 2013 – 01:25 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggenjot proyek pembangunan 24 autis center di Indonesia. Rencananya, ke-24 autis center itu akan rampung tahun depan. Ke-24 Autis Center tersebut secara bertahap akan dibangun di NTT, NTB, Bali, Makassar, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kuningan, Lampung, Jambi, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur. Di beberapa lokasi, pihaknya akan membangun lebih dari satu autis center.

Selama ini, pihaknya sudah mengoperasikan empat autis center yang ada di Jakarta, Malang, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Keberadaan autis center itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan terapi kepada anak autis yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

BACA JUGA: Sumbangan Paling Rendah Rp 20 Juta

’’Autis center yang kami operasikan itu memberikan pelayanan yang komprehensif. Lebih kepada jembatan sebelum anak autis bergabung di sekolah umum melalui pelayanan pendidikan inklusif,’’ urai Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Pendidikan Dasar Kemendikbud Mudjito seperti yang dilansir INDOPOS (JPNN Group), Sabtu (3/8).

Di sana, kata dia, anak-anak berkebutuhan khusus yang termasuk kategori autisme mendapatkan pendampingan dan pelatihan, supaya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. ’’Tapi kami juga sarankan agar orang tua juga ikut dalam proses pelatihan itu, supaya mereka bisa mendampingi anak saat di sekolah,’’ ulasnya.

BACA JUGA: Dana Pendidikan Gratis Dicairkan

Dikatakan Mudjito, yang menjadi dasar pembentukan pendidikan autis dan inklusi ini bahwa setiap anak, baik karena gangguan perkembangan fisik atau mental maupun cerdas dan pandai berhak mendapatkan pendidikan seperti anak normal. Maka itu, dia berharap kepada lembaga pendidikan tidak boleh bersikap diskriminatif terhadap anak yang memeliki kekurangan atau kelainan.

’’Karena sebenarnya anak tersebut mungkin saja memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda dibandingkan anak pada umumnya,’’ ungkapnya. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi (pemprov) yang telah mendeklarasikan daerahnya sebagai kota pendidikan inklusi. (sic)

BACA JUGA: Nasib Guru Honorer yang Masih Terpinggirkan, Mestinya Setara UMR

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Raih Emas Olimpiade Matematika Dunia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler