3 Bahaya Mengonsumsi Gula Merah Berlebihan, Tidak Baik untuk Penderita Penyakit Ini

Minggu, 25 Juni 2023 – 06:38 WIB
Gula Merah. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - GULA merah atau gula aren adalah pemanis buatan yang terbuatan dari nira yang berasal dari tanda bunga jantan pohon enau.

Ciri khas gula ini adalah warnanya yang merah kecokelatan, aroma yang khas, serta rasa yang tidak terlalu manis.

BACA JUGA: Gawat! Gula Merah Berformalin Beredar di Pasar

Gula merah dikenal sebagai alternatif pemanis yang lebih aman dibanding gula pasir biasa.

Namun, bukan berarti tidak ada bahaya gula merah yang harus Anda waspadai, apalagi bila dikonsumsi secara berlebihan.

BACA JUGA: 7 Manfaat Terong, Bikin Penyakit Ini Kabur

Dari segi kesehatan, gula merah sering dipilih sebagai pemanis pengganti gula pasir, terutama bagi penderita diabetes tipe 2.

Gula merah memang mengandung indeks glikemik rendah, yakni 35, sehingga glukosa di dalamnya tidak cepat terserap oleh tubuh dan mencegah melesatnya kadar gula dalam darah.

BACA JUGA: 7 Khasiat Daun Pepaya, Cegah Serangan Penyakit Kronis Ini

Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Genpi.co.

1. Mengakibatkan diabetes tipe 2

Bukan rahasia lagi bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit diabetes tipe 2.

Dalam jangka panjang, Anda juga akan mengalami resistensi insulin hingga obesitas.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan darah tinggi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjadikan gula merah sebagai salah satu sumber utama bagi energinya, berisiko 38 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular (penyakit jantung).

Makin banyak gula yang dikonsumsi, maka risiko penyakit jantung yang mungkin Anda alami akan makin tinggi.

Bahaya gula merah bila dikonsumsi berlebihan ialah meningkatkan risiko tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Ketika hipertensi berlangsung terus-menerus atau semakin parah, maka kesehatan jantung juga bisa rusak.

3. Menaikkan berat badan

Bahaya gula merah ini disebabkan oleh kandungan glukosa yang bisa bertindak sebagai sumber energi (kalori) dan karbohidrat.

Ketika masuk ke dalam tubuh, kelebihan jumlah kedua zat ini akan disimpan sebagai lemak, yang kemudian mengakibatkan berat badan Anda bertambah.(genpi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler