3 Orang Ditusuk saat Santai di Taman, Banjir Darah, Ngeri!

Minggu, 21 Juni 2020 – 08:48 WIB
Police line. Foto : Pixabay

jpnn.com, READING - Aksi penikaman diduga dilakukan teroris terjadi di sebuah taman di Kota Reading, Inggris selatan pada Sabtu (20/6).

Lembaga penyiar Sky News melaporkan bahwa polisi menduga insiden tersebut terkait terorisme.

BACA JUGA: Densus 88 Antiteror Tangkap Dua Terduga Teroris di Ambon

Polisi mengatakan berhasil menangkap seorang pria di lokasi kejadian.

Kepolisian tidak mengkonfirmasi apakah ada korban tewas dalam insiden tersebut.

BACA JUGA: Teroris Bantai 20 Tentara di Depan Warga Sipil Lalu Edarkan Selebaran

Namun, surat kabar Telegraph, BBC dan Sky News menyebutkan tiga orang tewas.

Ketua otoritas dewan setempat mengatakan bahwa terdapat korban tewas, tanpa menyebutkan berapa jumlahnya.

BACA JUGA: Pengakuan Nikita Mirzani Bikin Roy Sangat Kaget, Nyaris tak Percaya

Layanan ambulans mengaku pihaknya merawat "sejumlah" korban tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dua orang dibawa ke rumah sakit di daerah tersebut, kata juru bicara rumah sakit.

Saksi mata yang dikutip surat kabar Mirror mengungkapkan pria berpisau "meneriakkan kata-kata yang tak dapat dipahami" sebelum menikam orang-orang yang berada di taman Reading, yang berjarak sekitar 65 km barat London.

"Saya turut berduka cita bagi mereka semua yang menjadi korban dalam insiden di Reading dan saya berterima kasih kepada layanan darurat yang berada di lokasi kejadian," cuit Perdana Menteri Boris Johnson.

Tayangan video di Twitter memperlihatkan paramedis bergegas membantu sedikitnya tiga orang yang terkapar berlumuran darah.

Reuters tak bisa memverifikasi rekaman tersebut secara independen.

Matt Rodda, anggota parlemen Inggris perwakilan Reading, mengatakan taman, yang berlokasi di daerah bersejarah kota tersebut, biasanya ramai pada Sabtu malam.

"Banyak orang duduk di taman bersama teman-teman mereka dan jelas saat ini orang-orang bertemu di sana, dengan memperhatikan jaga jarak sosial, dan hanya mengobrol-ngobrol santai di taman," kata Rodda kepada Sky News.

"Insiden ini terjadi di lingkungan seperti ini jadi sangat mengejutkan bagi masyarakat setempat."

Pembatasan COVID-19 saat ini menandakan tempat-tempat seperti pub ditutup, sehingga orang-orang di Inggris berkumpul di taman pada malam hari untuk bertemu dengan teman-teman mereka.

Penikaman di Reading terjadi di lokasi yang sebelumnya menjadi tempat protes anti-rasisme Black Lives Matter (BLM) pada Sabtu namun polisi menyatakan tampaknya tidak ada kaitan antar keduanya.

Pendukung BLM menyebutkan di akun Facebook bahwa penikam terjadi beberapa jam setelah aksi protes berakhir dan mereka yang menghadiri aksi tersebut aman-aman saja. (Reuters/antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
ditusuk   teroris   Inggris   Tewas   penikaman  

Terpopuler