3 Pelatih Tertua di Piala Dunia 2022, Ada Eks Manchester United

Senin, 14 November 2022 – 16:35 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2022. Foto: peninsula

jpnn.com - Piala Dunia 2022 bukan hanya adu kehebatan pesepak bola dunia, tetapi juga ajang adu ketangkasan pelatih-pelatih berbakat.

Keberhasilan setiap negara lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 tentu tak terlepas dari kehadiran seorang pelatih.

BACA JUGA: Lihat Bagan Piala Dunia 2022 di Sini, Kamerun jadi Juara

Menariknya, banyak kontestan Qatar 2022 yang dipimpin pelatih gaek.

Meski tak lagi muda, pengalaman pelatih tersebut sangat diperlukan anak didiknya. Lantas, siapa saja pelatih tertua di Piala Dunia 2022?

BACA JUGA: Ramalan soal Juara Piala Dunia 2022, Sudah Terbukti Jitu

1. Fernando Santos

Fernando Santos merupakan pelatih berusia 68 tahun. Dia sosok penting di balik sejumlah gelar bergengsi untuk Timnas Portugal.

Sejak menangani Seleccao das Quinas pada 2014 lalu, Santos sudah mempersembahkan dua trofi, yakni EURO 2016 dan UEFA Nations League 2019.

BACA JUGA: Penampilan Berbeda Alisson Becker Menjelang Piala Dunia 2022, Bikin Pangling

Kini, Santos sedang mengemban tugas berat membawa pulang trofi Piala Dunia pertama bagi Portugal.

2. Qarlos Queiroz

Qarlos Quireoz merupakan pelatih Timnas Iran. Pria 69 tahun itu cukup berpengalaman menangani sejumlah negara.

Tercatat, Queiroz pernah membesut Portugal, Afrika Selatan, Kolombia, hingga Mesir.

Tak cuma itu, Queiroz juga kenyang pengalaman di level klub. Dia pernah menjadi murid Sir Alex Ferguson di Manchester United serta menangani raksasa Spanyol, Real Madrid.

3. Lois Van Gaal

Merupakan pelatih tertua di Piala Dunia 2022. Eks juru taktik Manchester United itu akan memimpin Timnas Belanda pada usia 71 tahun.

Van Gaal ditunjuk melatih De Oranje pada 2020 lalu menggantikan Frank de Boer. 

Belanda bersama Van Gaal-nya menjadi salah satu kandidat juara Piala Dunia Qatar. Mereka berbekal pemain-pemain berbakat, seperti Virgil van Dijk, Memphis Depay, Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, hingga Stefan de Vrij.(mcr15/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler