3 Pemuda Tewas Tenggelam saat Jalani Pengobatan Alternatif di Situ Tegallega Bogor

Jumat, 14 Juli 2023 – 22:34 WIB
Proses evakuasi korban tenggelam di sebuah situ di Desa Tegallega, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7/2023). Foto: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor

jpnn.com, BOGOR - Tiga pemuda ditemukan tewas tenggelam saat melakukan ritual pengobatan alternatif di sebuah situ di Desa Tegallega, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko di Bogor, Jumat, menjelaskan bahwa tiga korban berinisial MDR (20), A (25) dan B (25) dievakuasi dalam keadaan tewas.

BACA JUGA: Bermain di Danau, Remaja di Bekasi Ditemukan Tewas Tenggelam, Satu Orang Lagi Hilang

Para korban, kata dia, ditemukan di dasar situ dengan kedalaman tiga meter. Ketiganya ditemukan dalam kurun waktu pukul 14.00 WIB hingga pukul 14.20 WIB.

"Dari lokasi, korban orang tenggelam sudah diketemukan semua," kata Aris.

BACA JUGA: Pemancing yang Hilang Tenggelam di Waduk Cirata Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Sementara, Kapolsek Cigudeg Polres Bogor Kompol Wagiman menyebutkan bahwa peristiwa tenggelamnya tiga orang pria itu terjadi pada Kamis (13/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

???Menurut dia, para korban awalnya ingin melakukan ritual pengobatan alternatif dengan berendam di danau melalui pendampingan dari enam orang dari pihak pengobatan alternatif.

BACA JUGA: Berita Duka, Mahasiswa Asal Maluku Meninggal karena Tenggelam di Rusia, Pemprov Berbelasungkawa

"Awalnya dilakukan pengobatan secara spiritual oleh seorang ustaz di situ tersebut dengan cara ditenggelamkan sebanyak tujuh kali," kata Wagiman.

Namun, kata dia, saat proses berlangsung, ketiga pasien itu malah tenggelam dan para pendamping berhasil menyelamatkan diri.

Wagiman menerangkan, keenam orang dari pihak pengobatan alternatif hingga kini masih menjalani pemeriksaan di kantornya sebagai saksi.

"Diamankan tetapi tidak ditahan. Nanti kami periksa dahulu semuanya, masih dilakukan penyelidikan," terangnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler