3 Siswa Meninggal Dunia Akibat Tembok MTsN 19 Ambruk, Wagub DKI Minta Maaf

Jumat, 07 Oktober 2022 – 23:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wagub Ahmad Riza Patria. Riza meminta maaf atas insiden robohnya tembok MTsN 19 Jakarta yang menewaskan tiga siswa. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta maaf atas kejadian robohnya tembok di sekitar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19, Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang mengakibatkan tiga siswa meninggal.

Permintaan maaf dan ucapan dukacita ini disampaikan saat Ariza bertakziah atau mendatangi rumah salah seorang korban di Pangkalan Jati, Depok.

BACA JUGA: Tembok MTsN 9 Roboh, PDIP: Capres Anies Baswedan Menyepelekan Banjir

“Ananda Dicka merupakan salah satu korban meninggal dunia. Kepada keluarga korban, saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya serta dukacita mendalam,” ucap Ariza, Jumat (7/10).

Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan.

BACA JUGA: Datang ke MTsN 19 Jakarta, Mas Nadiem Terperangah, Lalu Bilang Begini

Mantan anggota DPR RI ini mengaku pihaknya memeriksa dan mengevaluasi lokasi robohnya tembok tersebut.

"Kejadian yang menyedihkan ini harus jadi bahan evaluasi agar tidak terulang,” katanya.

BACA JUGA: Menag Yaqut Instruksikan MTsN 19 Jakarta Segera Direnovasi, Siswanya Bagaimana?

Ariza mengaku bahwa DKI Jakarta saat ini memasuki musim hujan yang cukup deras setiap hari.

“Empat hari lalu, BMKG mengingatkan kita tentang cuaca ekstrem yang akan terjadi pada 2 hingga 8 Oktober 2022,” tuturnya.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Kamis kemarin menyebabkan robohnya tembok MTsN 19 Jakarta di Pinang Kalijati, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 14.50 WIB.

Dia menjelaskan kejadian ini bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap dan menggenangi area sekolah MTsN 19 Jakarta.

“Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh karena tidak mampu menahan luapan air yang ada,” ucap Isnawa.

Menurut mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta itu, tembok yang roboh tersebut bukan dari ruangan kelas, melainkan tembok di sekitar sekolah.

Akibat kejadian ini, tiga siswa MTsN 19 tersebut meninggal dunia, yakni Dika, Dendis, dan Adhan yang seluruhnya merupakan siswa kelas VIII. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler