325 Petugas Medis Positif Corona, Terungkap Fakta 70% Bukan karena Tertulari Pasien

Jumat, 24 April 2020 – 05:49 WIB
Petugas medis melakukan perawatan terhadap sejumlah pasien terjangkit virus Corona. Foto: ANTARA FOTO/Reuters/ama.

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Hingga Kamis (23/4) terdapat 325 petugas medis di Malaysia yang dinyatakan positif virus corona COVID-19.

Jumlah tersebut 5,8 persen dari total kasus positif COVID-19 di Negeri Jiran itu.

BACA JUGA: Kapan Virus Corona Minggat dari Indonesia? Simak Hasil Uji Simulasi

Dirjen Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, mengemukakan hal itu dalam jumpa pers rutin di Putrajaya.

Dari jumlah tersebut, menurut dia, sebanyak185 pasien telah pulih sepenuhnya dan dipulangkan, 137 penderita sedang dirawat di rumah sakit dan tiga orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Ariel NOAH Potong Rambut Sendiri Pakai Alat Seadanya, Komentar Netizen Nyaris Sama

Kasus-kasus itu, dikemukakannya melibatkan 77 orang pegawai medis, 66 orang jururawat, 34 orang petugas medis, 23 orang pakar medis, 21 orang asisten staf medis dan 104 orang di bidang lain-lain pelayanan.

"Berdasarkan penyelidikan penyebab terjangkit bagi semua anggota KKM ini bukan disebabkan oleh penanganan kasus yang telah disahkan positif COVID-19 difasilitasi petugas kesehatan KKM. Didapati, 70 persesn kasus adalah akibat dari aktivitas sendiri, misalnya menghadiri acara hiburan, ke luar negeri, dan sebagainya," katanya.

BACA JUGA: Semua Penerbangan Dihentikan, Maskapai Siap-siap Gulung Tikar

KKM menegaskan supaya semua anggota petugas media dan barisan depan (frontliners) senantiasa mempraktikkan langkah-langkah pencegahan.

Antara lain memastikan tangan senantiasa bersih, menghindari kawasan yang sesak (crowded space) dan kawasan yang tertutup (confined space) secara beramai-ramai pada masa yang sama, seperti di ruang makan (pantry) di tempat kerja.

"Jaga jarak satu meter ketika bercakap-cakap dengan orang lain (close conversation), memastikan kawasan kerap disentuh adalah bebas daripada kuman, termasuk di kawasan yang kerap digunakan secara bersama oleh banyak petugas, misalnya ruang makan di tempat kerja, menggunakan alat pelindung diri mengikut keperluan, terutama penggunaan alat penutup mulut dan hidung (face mask) semasa menangani pasien," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler