4 Anggota TNI AD Gugur, Gubernur Mandacan: Perbuatan Pelaku sangat Tidak Manusiawi 

Jumat, 03 September 2021 – 17:07 WIB
Suasana upacara pelepasan jenazah empat anggota TNI AD dari tempat peristirahatan sementara di Markas Komando Korem 181 PVT Sorong Papua Barat menuju kampung halaman masing-masing. (ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)

jpnn.com, SORONG - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan turut berdukacita atas gugurnya empat anggota TNI AD akibat penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di Pos Persiapan Koramil, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.

Gubernur Mandacan menyampaikan ucapan belasungkawa itu dalam upacara pelepasan jenazah empat anggota TNI AD dari tempat persemayaman menuju kampung halaman masing-masing yang dipimpin langsung Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Jumat (3/9).

BACA JUGA: 4 Anggota TNI AD Meninggal Diserang OTK di Papua Barat, 1 Hilang

"Mewakili seluruh masyarakat provinsi Papua Barat kami turut berbelasungkawa atas kepulangan empat putra terbaik bangsa,” ujar Gubernur Mandacan. 

Dia pun menegaskan bahwa pengabdian para prajurit TNI AD itu sangat luar biasa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan rakyat Papua Barat.

BACA JUGA: Mayjen TNI I Nyoman Perintahkan Tangkap KST dalam Keadaan Apa pun

“Pengabdian dan pengorbanan mereka luar biasa demi keutuhan NKRI dan rakyat Papua Barat," kata Mandacan. 

Dia berharap doa baik semua masyarakat Papua Barat mengiringi kepulangan empat putra terbaik bangsa, semoga diterima di sisi Tuhan Sang Pemilik Hidup.

BACA JUGA: Melawan Saat Ditangkap, Pimpinan KKB Pecatan TNI Senat Soll Ditembak

"Semua kita doakan semoga arwah empat prajurit sejati dan patriot pembela rakyat ini diterima di sisi Tuhan," ucapnya. 

Gubernur Mandacan mendukung penuh langkah hukum yang sedang diambil aparat TNI dan Polri untuk menangkap para pelaku guna diproses sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

Dia menegaskan bahwa perbuatan para pelaku sangat tidak manusiawi. 

“Kami mendukung penuh upaya Panglima Kodam dan Kapolda Papua Barat untuk bersinergi menangkap para pelaku agar diproses hukum sesuai perbuatan mereka," katanya. 

Masyarakat sipil Kampung Kisor dan warga Distrik Aifat Selatan diharapkan tetap tenang, tidak mudah terprovokasi berbagai hasutan karena pemerintah bersama aparat penegak hukum tentu memberikan jaminan keamanan.

"Masyarakat Kampung Kisor sekitar lokasi kejadian kiranya memberikan informasi yang benar guna membantu aparat keamanan dalam melaksanakan tugas penyelidikan terhadap kelompok penyerang Pos Koramil tersebut," imbuh Mandacan. 

Sebelumnya, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dalam konferensi pers bersama media di Markas Kodam XVIII/Kasuari, mengatakan bahwa kelompok penyerang Pos Koramil Kisor merupakan Kelompok Separatis Teroris yang berseberangan ideologi dengan NKRI.

Pangdam XVIII/Kasuari mengatakan bahwa kelompok tersebut menyerang Markas Koramil, Kamis (2/9) dini hari, dengan kekuatan sekitar 30 orang menggunakan senjata tajam (parang) dan menghabisi nyawa empat anggotanya.

“Saya sudah perintahkan personel gabungan untuk melakukan pengejaran dan penangkapan, apa pun kondisinya," kata Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. 

Dia berharap  masyarakat sipil untuk membantu aparat dalam memberikan informasi keberadaan kelompok tersebut tanpa ragu. 

Sebab, dia menyatakan TNI bersama Polri memberikan jaminan keamanan penuh kepada masyarakat sipil sekitar lokasi kejadian.

"Kepada masyarakat Kampung Kisor tak perlu takut, kami beri jaminan keamanan. Bantuan masyarakat sangat penting untuk kami mengetahui lokasi pelarian maupun tempat persembunyian kelompok separatis ini," pungkas Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler