4 Kali Gagal Berbisnis, Bobby Chen Malah Sukses di Crypto

Kamis, 03 Februari 2022 – 09:46 WIB
Influencer Bobby Chen. Foto: pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Influencer Bobby Chen mengawali kariernya sebagai aktor. Dia sempat dapat peran figuran dan iklan tetapi tidak terkenal.

Dia lantas membangun bisnis sendiri, bahkan sampai empat kali gagal berbisnis. Dia juga sempat merugi saat main saham sebanyak Rp 500 juta pada Januari 2021.

BACA JUGA: Lupa Pernah Beli Crypto, Pria Asal Mojokerto Ini Mendadak Jadi Miliarder

"Terakhir saya kembangkan aplikasi Ayofit dan perusaaah IT bersama teman-teman, itu masih tetap bertahan," kata Bobby, Kamis (3/2).

Ayofit ini adalah aplikasi karya anak bangsa di bidang olahraga, program latihan, konsultasi, suplemen dan lainnya. Di situ ada founder Ade Rai, Ricky Syamsuri, dan Fen Fen Liu.

BACA JUGA: 2 Pilihan Aset Crypto ini Hadir di Pintu Earn, Bunga Dibayar Tiap Jam

Di perusahaan ini, Bobby menjadi Chief Technology Officer PT Ayofit Indonesia Sehat, sedangkan di PT Sukses Berkat Aplikasi (SBA) dia sebagai Managing Director.

Peruntungan Bobby tampaknya bukan di dunia akting maupun berbisnis, melainkan di crypto.

BACA JUGA: Wamendag: Bursa Crypto Harus Segera Diwujudkan, Keuntungannya Banyak

Dia mengaku mendapat Rp 250 juta dalam dua minggu hanya dengan modal Rp 50 juta, pada Februari 2020.

Saat ini, Bobby sudah berinvestasi lebih dari Rp 1 miliar. Tak mau tanggung dia mengalihkan semua sahamnya ke crypto.

Bobby membeli Raca yang dalam beberapa bulan naik sampai 30 kali lipat. Kemudian, dia juga membeli Mana (Decentraland), Shiba Inu, Baby Doge Coin, Matic Solana, dan lain-lain.

Menurut Bobby, investasi itu yang tepenting adalah pola pikir, dan kalau investasi crypto maunya kaya instan tentu sangat sulit.

"Contohnya waktu saya beli Raca itu kan saya beli di Rp 8, ternyata bukannya naik tetapi sempat drop ke Rp4 sampai sekitar 2 bulan, saya hold," ujarnya.

Kemudian, dia memilih untuk melakukan teknik DCA saja karena melihat dari projek yang dibuat crypto tersebut masih bagus dan berjalan, lalu dalam beberapa bulan ternyata naik sampai hampir 30 kali lipat dari harga awal.

"Coba kalau saya pikirnya mau hasil instan tentu sudah cut lost dan tidak jadi mendapatkan hasil,” sambungnya.

Bobby Chen sekarang fokus ke crypto dan NFT. Dia juga membuat komunitas crypto sebanyak 20 ribu anggota di Telegram dengan topik ‘Diskusi Crypto & Saham’. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler