4 Manfaat Air Rebusan Daun Salam, Bikin Penyakit Kronis Ini Kabur

Rabu, 24 Agustus 2022 – 09:55 WIB
Daun Salam. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - APAKAH Anda sering menggunakan daun salam saat memasak?

Daun salam biasanya digunakan dalam beberapa hidangan gurih untuk menambah rasa dan aroma.

BACA JUGA: 4 Manfaat Teh Daun Salam, Nomor 1 Ajaib Banget

Daun ini telah lama digunakan sebagai salah satu ramuan obat herbal tradisional terbaik untuk mengatasi berbagai penyakit.

Caranya, rebus beberapa lembar daun salam, kemudian diamkan 10 menit baru minum air rebusan tersebut saat dibutuhkan atau sedang melakukan terapi kesehatan.

BACA JUGA: 9 Khasiat Air Rebusan Daun Salam Campur Kayu Manis, Selamat Tinggal Penyakit Kronis Ini

Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Genpi.co.

1. Mengatasi Kecemasan dan Stres

Daun salam bisa membantu menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh, terutama bila digunakan sebagai aromaterapi. Cocok bagi Anda yang suka wewangian dalam rumah.

BACA JUGA: 7 Manfaat Rebusan Air Daun Salam, Deretan Penyakit Kronis Ini Tidak Berkutik

2. Menjaga Fungsi Saraf

Konsumsi air rebusan daun salam secara teratur akan membuat kamu mendapatkan manfaat vitamin C, asam folat, vitamin A, antioksidan alami, serat makanan dan vitamin B seperti niasin, piridoksin, asam pantotenat dan riboflavin.

Konsumsi 4 sampai 5 daun salam secara teratur akan membantu dalam fungsi sistem saraf, sintesis enzim dan mengatur metabolisme tubuh.

3. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Jika kamu sulit tidur di malam hari atau menderita penyakit kronis insomnia, kandungan daun salam yang memberikan efek menenangkan akan sangat membantu mengatasi masalah ini.

Minum rebusan daun salam dan konsumsi menjelang tidur. Ini akan efektif dalam membantu tidur lebih nyenyak.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Asam caffeic dan senyawa organik penting yang bisa ditemukan dalam daun salam mampu meningkatkan kesehatan jantung.

Konsumsi air rebusan daun salam bisa memperkuat dinding kapiler di jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat pada sistem kardiovaskular.(genpi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany Elisa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler