4 Tanda Serangan Jantung yang Wajib Anda Perhatikan

Kamis, 22 April 2021 – 06:44 WIB
Ilustrasi gejala serangan jantung. Foto: Laman MSN

jpnn.com, JAKARTA - SERANGAN jantung terjadi ketika bagian otot jantung tidak mendapatkan cukup darah.

Semakin banyak waktu yang berlalu tanpa pengobatan untuk memulihkan aliran darah, maka semakin besar kerusakan pada otot jantung.

BACA JUGA: Ini 10 Cara Mudah Mencegah Serangan Jantung

Berikut ini beberapa tanda serangan jantung, seperti dilansir laman Genpi.co.

1. Keringat berlebihan di malam hari

BACA JUGA: Stres jadi Salah Satu Penyebab Tertinggi Serangan Jantung di Masa Pandemi

Banyak berkeringat di malam hari, padahal cuaca sedang tidak gerah adalah pertanda awal serangan jantung, terutama pada perempuan.

Namun, gejala serangan jantung saat tidur ini, sering disalahpahami sebagai gejala menopause.

BACA JUGA: Hilangkan Biang Keringat dengan 3 Bahan Alami Ini

Jika terbangun dari tidur dan seprai basah kuyup, atau tidak bisa tidur nyenyak karena terus berkeringat, ini bisa menjadi pertanda serangan jantung.

2. Detak jantung tidak normal

Jika terbangun di pagi hari kemudian merasa detak jantung tidak normal tak seperti biasanya, maka sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pasalnya, detak jantung yang tak normal bisa jadi tanda awal dari serangan jantung.

Bila detak jantung tak normal berlangsung selama setidaknya 5 menit, segera untuk pergi ke bagian gawat darurat, karena kondisi ini bisa membahayakan nyawa.

3. Sakit dada

Sakit di bagian dada adalah tanda yang paling umum dari serangan jantung.

Gejala ini hadir dari tingkatan yang ringan hingga parah. Namun, lebih sering muncul dengan rasa sakit yang ringan, sehingga banyak orang yang tak menghiraukannya.

Padahal, gejala ini bisa diartikan sebagai gejala awal dari gangguan jantung yang mungkin dimiliki.

4.Tubuh nyeri

Pasien yang mengalami gangguan jantung, biasanya juga merasakan rasa tidak nyaman dan nyeri pada seluruh tubuhnya, terutama bagian tangan, leher, punggung, dan perut.

Selain itu, diiringi juga dengan napas yang pendek. Bila memang mengalami hal ini, apalagi dalam frekuensi yang sering, maka segera berkonsultasi dengan dokter.(genpi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler